Kedatangan Anies ke Aceh Bagai Sengatan Magnet

DIALEKSIS.COM - Ketika dia menjadi jamah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, jamaah di masjid ini terkejut. Mereka tidak menduga tokoh publik yang kini menjadi pembahasan di Bumi Pertiwi hadir bersama mereka untuk sujud ke Ilahi. 

Jamaah surprise ketika melihat wajah yang sering mereka lihat di layar kaca dan dunia maya. Sosok wajah yang disebut-sebut sebagai pemimpin masa depan. Kedatanganya secara tiba-tiba untuk melaksanakan kewajibanya sebagai muslim, memang sengaja tidak diberitahu panitia kepada para jamaah.

Demikian juga ketika mantan Gubernur DKI ini nonton bareng di warung Pak Haji di Lam Lagang, Banda Aceh. Para penonton di warung ini terkejut. Namun ketika mereka ketahui yang datang adalah sosok calon pemimpin Bumi Pertiwi, spontan isi warung “geger”.

Mereka berebut untuk meminta foto bareng. Lelaki berkacama ini menebarkan senyum, melayani rakyat di ujung barat pulau Andalas ini yang meminta foto bersamanya. Bahkan ketika hendak beranjak dari warung, aksi foto bersama “tokoh idola” masih kelihatan.

Bakal Calon Presiden Indonesia dari partai NasDem Anies Baswedan yang bertandang ke Bumi Serambi Mekkah, pada Sabtu (03/12/2022) semula direncanakan akan menggelar pertemuan di Taman Ratu Safiatuddin.

Namun pertemuan di sana tiba-tiba izinnya dicabut. Namun bukan berarti Anies batal menyelenggarakan pertemuan, ada elemen masyarakat yang dengan penuh keihlasanya menyedian tempat buat pertemuan Anies dengan masyarakat yang merindukanya.

“Soal pencabutan izin tiba-tiba di taman Ratu Safiatuddin itu bagi NasDem kita ambil hikmahnya saja. Kita anggap itu bagian dari dinamika, catatan suka-duka dalam melaksanakan kegiatan besar seperti itu,” sebut Fadli Ali, SE, M.Si, Wakil ketua NasDem Aceh.

Menurut Fadli Ali ketika Dialeksis.com meminta tanggapanya, Minggu (4/12/2022), pembatalan pertemuan di Taman Ratu Safiatuddin membuat teman-teman DPW NasDem Aceh terkejut dan tegang.

Menurut sekretaris Wilayah Apkasindo Aceh ini, niat yang baik akan selalu ada jalan yang baik. Gagal melaksanakan pertemuan di Taman Ratu Safiatuddin justru mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat dan perangkat Kampung Pango.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan perangkat Gampong Pango. Pembatalan izin di Taman Ratu Safiatuddin telah menjadi catatan emas. NasDem benar-benar menjadi asoe lhok gampong Pango. Kami dianggap bagian dari mereka yang patut mereka perhatikan dan juga lindungi,” sebut alumni Fakultas ekonomi bisnis USK ini.

Keamanan, parkiran, misalnya sangat terbantu dengan aktifnya anak-anak muda Gampong Pango. NasDem benar-benar dipermudah perangkat gampong dan warga Pango.

“Jika kita lihat antusiasnya masyarakat Aceh yang terlihat dalam kunjungan silaturrahmi Pak Anies mulai di Bandara, Wali Nanggroe, Mesjid Raya dan tempat lainya, insya Allah dukungan terhadap Pak Anies di Aceh mencapai 90 persen,” sebut alumni Pasca Sarjana USK ini.

Dijelaskan Fadli, selama di Aceh Anies melakukan serangkaian kegiatan. Kalau soal nonton bareng di warung kopi, shalat di Masjid Ulee Lee, ziarah ke salah satu kuburan massal di Siron Aceh Besar, kegiatan itu usulan awalnya datang dari tim Anies.

“Namun pelaksanaanya tidak formal, seperti shalat di masjid. Alhamdulillah, jama'ah surprise lihat Pak Anies tahu-tahu muncul jadi jama'ah. Dimana panitia tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada jamaah di sana,” sebutnya.


Demikian dengan Nobar di Lamlagang, panitia hanya menginformasikan kepada pemilik warung sehari sebelum kunjungan Anies ke sana.

Pengunjung warung yang akan menyaksikan pertandingan Korea Selatan kontra Portugal, terkejut ketika Anies hadir di sana 10 menit menjelang pertandingan dimulai.

Tidak ada setingan meja khusus di warung itu untuk Anies dan rombongan. Semuanya berjalan alami seperti kebiasan di Warung kopi Pak Haji. Dua menit sebelum laga Korea dengan Portugal, Anies diminta untuk berbicara sejenak, menyapa penghuni Warkop.

Singkat. Apa yang disampaikan Anies bagaikan menyampaikan pesan yang tersirat. Sambil matanya menatap layar proyektor, Anies berucap singkat. "Saat ini tampaknya lagi masa dimana underdog menang. Mal mini bisa jadi korea memenangkan pertandingan melawan Portugal,” sebut Anies.

Hanya itu yang disampaikan Anies jelang pertandingan Korsel vs Portugal. Tidak ada pidato kebangsaan, tidak ada pesan-pesan “kampanye”.

Saat Nobar di Warkop Pak Haji hanya Anies di dampingi oleh ketua DPW NasDem Aceh, Taufiqulhadi, Sekwil Muslim Aiyub, Marwan ketua DPW Garpu. Sebuah organisasi sayap NasDem yang bergerak bidang pemberdayaan ekonomi UMKM , serta beberapa pengurus lainya.

Di warung ujung barat Pulau Sumatera ini Anies benar-benar menonton, walau silih berganti penghuni warung memintanya untuk foto bersama. Bisa jadi permintaan ini karena ketika awal Anies tiba di sana ada warga yang meminta foto, kemudian menayangkanya di Medsos.

Dengan sabar Anies melayani warga Aceh yang meminta foto bersama denganya. Permintaan foto bersama ini bukan hanya ditujukan kepada Anies, namun putri calon presiden ini, Mutiara yang hadir bersama ayahnya, ikut diminta warga untuk foto bersama.

Wanita yang baru menikah ini mendapat perhatian dari kaum perempuan Aceh dan memintanya untuk berfoto bersama.

Di warung ini, Anies sempat menonton bola antara Portugal dan Korea hingga babak pertama usai. Memasuki masa break, Anies meninggalkan kursi tempat duduknya. Namun dia tidak langsung beranjak, hingga beberapa menit babak kedua dilangsungkan.

Penghuni warung dan masyarakat yang datang ke sana meminta cendera mata dari Anies dengan foto bersama.

Demikian ketika menjadi jamaah shalat di Masjid Raya Baiturrahman, jamaah di sana surprise bisa bersama-sama Anies, sujud dalam satu masjid bermunajat kepada Ilahi.


Dari serangkaian kegiatan Anies di Aceh, Fadli mengakui terharu dan dia optimis, masyarakat Aceh yang mencintai dan mengidolakan Anies sebagai pemimpin republik ini.

“Masyarakat juga berterimakasih pada NasDem yang telah memberikan modal politik kepada Pak Anies, masyarakat tentu bersimpati dan berterimakasih dan lebih ramai lagi memilih NasDem ramai pada Pileg nanti,” sebut Fadli.

Kedatangan Anies, sang calon Presiden di Bumi Pertiwi ini ke Aceh, telah membawa nuansa baru dan surprise. Mereka dijegal melaksanakan kegiatan di Taman Sri Ratu Syafiatuddin, justru di terima dan diperjuangan oleh manusia-manusia ihlas di Pango, Banda Aceh.

Di Pango, Sabtu (3/12/2022) dalam pertemuanya Anies mengajak masyarakat untuk berikhtiar bersama, tahun 2024 adalah tahun kesempatan untuk melakukan perubahan.

Menurut Anies, tinta emas sejarah bahwa Aceh memiliki catatan gemilang tentang perjuangan rakyat, bukan hanya menggulung kolonialisme, melainkan perjuangan untuk menggelar keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Aceh, merupakan sebuah negeri yang memiliki perjalanan panjang, perannya bukan hanya pada tingkat nusantara, melainkan di level dunia. Oleh karena itu, Aceh harus kembali memiliki peran yang besar di kemudian hari.

"Kami ingin ajak semua, mari berjuang bersama demi hadirnya rasa keadilan bagi semuanya, siap kerja bahu-membahu, saling dukung," pinta Anies.

Kedatangan Anies ke Aceh bagaikan magnit yang menarik besi disekitarnya untuk bersatu dalam sebuah kekuatan. Besi yang ditariknya akan menjadi magnit dan magnitnya akan ditularkan ke besi lainya. ** Bahtiar Gayo


Share berita ini

dialeksis.com