Waralaba Jadi Senjata UMKM Naik Kelas, Ini Strategi Kementerian UMKM

DIALEKSIS.COM | Surabaya - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong waralaba menjadi salah satu jalur bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan waralaba bukan sekadar pola kemitraan, tetapi model bisnis yang mencakup standardisasi, pemasaran, penguatan merek, hingga ekspansi usaha.

"Waralaba adalah model bisnis lintas sektor, kendaraan universal yang dapat mengangkut UMKM dari sektor apa pun untuk naik kelas," kata Bagus. 

Menurutnya, merek menjadi aset penting bagi usaha. Namun, merek harus didukung sistem bisnis yang terstruktur agar dapat direplikasi secara konsisten. Model waralaba memungkinkan UMKM dengan produk, layanan, dan sistem bisnis yang kuat memperluas pasar tanpa membangun seluruh jaringan secara mandiri.

Kementerian UMKM mencatat peluang pengembangan waralaba lokal masih besar. Data Kementerian Perdagangan per April 2026 menunjukkan terdapat 169 pemberi waralaba lokal dan 163 pemberi waralaba asing yang telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Pemerintah juga mengintegrasikan pengembangan waralaba dengan program pemberdayaan UMKM, termasuk SAPA UMKM, Holding UMKM Berbasis Klaster, serta akses pembiayaan KUR. Hingga Agustus 2026, realisasi KUR mencapai sekitar Rp197 triliun kepada 3,1 juta debitur UMKM.

Bagus menegaskan waralaba harus dibangun dalam ekosistem yang mencakup merek, standardisasi, pembiayaan, pendampingan, pemasaran, dan ekspansi. Targetnya, merek Indonesia tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu berekspansi ke luar negeri. [red]

Share berita ini

dialeksis.com