DIALEKSIS.COM | Redelong - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Pendataan dilakukan untuk mendapatkan data akurat mengenai kerusakan dan kerugian yang dialami pelaku usaha. Data tersebut mencakup kerusakan tempat usaha, peralatan produksi, persediaan dan bahan baku, hingga terhentinya aktivitas usaha akibat bencana.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Bener Meriah, Iwan Fitra, mengatakan pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pemulihan masing-masing pelaku UMKM.
"Pendataan ini kita lakukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi UMKM setelah bencana, termasuk tingkat kerugian dan kebutuhan pemulihan masing-masing pelaku usaha," ujar Iwan, Jumat (25/9/2026).
Pendataan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, serta perangkat daerah terkait. Petugas melakukan identifikasi, verifikasi lapangan, dokumentasi kerusakan, hingga validasi data.
Hasil pendataan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk dukungan pemulihan bagi UMKM terdampak, seperti bantuan sarana usaha, peralatan produksi, bahan pendukung, atau bentuk dukungan lainnya sesuai ketentuan dan ketersediaan anggaran.
Dinas Koperasi dan UKM Bener Meriah menegaskan, pendataan tidak otomatis membuat pelaku usaha menjadi penerima bantuan. Penetapan penerima tetap melalui proses verifikasi, validasi, pemeriksaan persyaratan, serta menyesuaikan dengan ketentuan program. [m]
Share berita ini