DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mencatat nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Aceh mencapai Rp2,7 triliun secara kumulatif hingga Mei 2026.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan nilai transaksi tersebut tumbuh 153 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan itu juga diikuti lonjakan volume transaksi yang mencapai 33,5 juta transaksi atau naik 348 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Hal ini menunjukkan bahwa QRIS yang memang ditujukan untuk transaksi retail atau kecil, semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja," kata Agus, yang dilansir pada Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, pertumbuhan transaksi turut didorong oleh kebijakan pembebasan Merchant Discount Rate (MDR) bagi Usaha Mikro (UMi) untuk transaksi hingga Rp500 ribu per transaksi yang mulai diberlakukan sejak 2025.
Kebijakan tersebut dinilai semakin mendorong masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.
Selain meningkatnya transaksi, jumlah pengguna QRIS di Aceh juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, pengguna QRIS tercatat mencapai 784.942 orang atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 301.998 atau tumbuh 45 persen secara tahunan. Agus mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil strategi on-boarding yang dilakukan Bank Indonesia bersama Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan perbankan dengan menyasar berbagai sektor usaha.
"Strategi on-boarding ini menjangkau berbagai komunitas dan sektor usaha, termasuk UMKM seperti warung kopi, kafe dan restoran, pertokoan dan pedagang eceran, serta pelaku usaha syariah," ujarnya.
Lebih lanjut, untuk memperluas penggunaan QRIS, BI Aceh terus menggelar berbagai program, di antaranya QRIS Merchant Challenge bagi pelaku usaha kafe dan restoran, edukasi transaksi nontunai pada Gerakan Pangan Murah (GPM) di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya, kolaborasi Car Free Day di Meulaboh, serta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang mendorong digitalisasi merchant kuliner lokal.
Selain itu, BI juga memberikan edukasi pelindungan konsumen melalui program Peduli, Kenali, Adukan (PeKA) kepada pelajar dan berbagai komunitas.
Agus menegaskan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, PJP bank maupun nonbank, serta mitra strategis lainnya melalui berbagai program pengembangan ekosistem QRIS.
"Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendorong akselerasi ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air, termasuk di Provinsi Aceh," tutupnya. [*]
Share berita ini