DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menjalankan proyek percontohan Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan (Gemilang) sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses pembiayaan formal di sektor kelautan dan perikanan.
Program tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri atas 18 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Naik Kelas serta 12 pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui program ini, peserta dibekali kemampuan mengelola usaha, meningkatkan literasi keuangan, hingga memperoleh pendampingan agar lebih siap mengakses pembiayaan dari perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Erwin Dwiyana, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
"Dengan SDM yang semakin kompeten, implementasi Program Kerja Prioritas Nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Erwin dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (13/7/2026).
Pada 2026, Program Gemilang dilaksanakan di enam provinsi yang menjadi lokasi pengembangan budi daya tematik, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Pelaksanaan program melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, hingga sektor perbankan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan pelaku usaha sehingga lebih siap berkembang melalui pembiayaan formal.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi kebutuhan mendesak karena pemanfaatan layanan keuangan formal di sektor kelautan dan perikanan masih tergolong rendah.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR untuk sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan I 2026 baru mencapai sekitar 1,5 persen dari total penyaluran KUR nasional. Angka tersebut menunjukkan masih terbuka ruang yang besar untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor tersebut.
"Program Gemilang dirancang agar pelaku usaha menjadi lebih bankable, memahami pengelolaan keuangan secara baik, dan memiliki kesiapan untuk memperoleh pembiayaan formal sebagai modal mengembangkan usahanya," ujar Ali.
Selain membina pelaku usaha, Program Gemilang juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa pendidikan vokasi. KKP melibatkan mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan sebagai pendamping peserta selama pelaksanaan program di lapangan. [in]
Share berita ini