DIALEKSIS.COM | Surabaya - Pemilik sekaligus Direktur Utama Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, S.H., M.Si., menyebut media berperan penting dalam membawa produk lokal menjangkau pasar nasional hingga internasional. Pengalaman mengembangkan Namira menunjukkan bahwa pemberitaan dapat menjadi jembatan antara karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pasar yang lebih luas.
“Bisa saya katakan, media menjadi kunci membesarkan produk Namira sehingga banyak diminati secara nasional maupun internasional,” ujar Yayuk dalam paparannya pada Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang disaksikan langsung Dialeksis.
IDMC 2026 berlangsung pada 28 - 29 Oktober 2026 dengan tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”. Dalam forum tersebut, Yayuk membawakan materi “Mengangkat Karya Lokal ke Dunia: Media sebagai Jembatan Go Ekspor Namira Ecoprint”.
Yayuk mengungkapkan, produk Namira telah diekspor ke Meksiko, Amerika, hingga Arab Saudi. Menurutnya, perjalanan menjangkau pasar tersebut tidak terlepas dari dukungan media, pengembangan relasi usaha, serta konsistensi menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam materi paparannya, Yayuk menjelaskan bahwa Namira Ecoprint berdiri pada 2019 dengan semangat menghasilkan produk ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Usaha ini berangkat dari keinginan mengangkat potensi lokal menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah dan dapat digunakan masyarakat luas.
Daun jati, daun pisang, daun mengkudu, dan berbagai bahan alam lainnya dimanfaatkan dalam pengembangan produk Namira. Ragam produknya meliputi tunik, kemeja, kain, jaket kulit bermotif ecoprint, hingga tas kulit dengan motif alami.
Yayuk menyebut salah satu keunggulan produk Namira adalah tidak menggunakan bahan kimia. Ia menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian penting dari pengembangan usaha, sejalan dengan upaya menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Memanfaatkan alam dan harus cinta dengan alam,” katanya.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan produksi. Dalam paparannya, Namira disebut memberikan kesempatan kepada pemuda penyandang disabilitas untuk ikut berkontribusi. Dengan demikian, pengembangan usaha turut membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam menghasilkan karya.
Di sisi lain, Yayuk menekankan pentingnya kreativitas agar produk lokal terus diminati. Pelaku usaha perlu berkreasi dan mengembangkan produk dengan memperhatikan kebutuhan pasar. Konsistensi memproduksi serta kemampuan membangun relasi juga menjadi bagian dari pengalamannya mempertahankan dan membesarkan Namira.
Sejumlah tonggak perjalanan usaha turut dipaparkan dalam forum tersebut. Pada INACRAFT 2024, produk Namira mendapat perhatian melalui kunjungan Joko Widodo. Materi paparannya juga mencatat adanya pertemuan dengan pembeli dari Meksiko sejak 2024.
Pada 2025, Namira diundang dalam peringatan ulang tahun Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tingkat nasional dan memperoleh penghargaan Best SMEs dari Menteri UMKM sebagai perwakilan Jawa Timur.
Berangkat dari pengalaman itu, Yayuk menilai media lokal dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan UMKM. Liputan, menurut materi paparannya, perlu menjangkau cerita di balik produk, termasuk proses pembuatan, keunikan motif, serta orang-orang yang terlibat dalam produksi.
“Informasi mengenai cara membeli produk atau mengunjungi tempat usaha juga dinilainya penting. Melalui pemberitaan yang lebih lengkap, masyarakat dapat mengenal nilai sebuah produk sekaligus mengetahui cara memperolehnya,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan pendekatan tersebut katanya, liputan UMKM dapat berkembang dari kabar mengenai penghargaan menjadi cerita yang membantu calon konsumen memahami usaha dan karya yang dihasilkan.
Dalam paparannya, Yayuk juga menyebut Namira lebih aktif menggunakan Instagram. Kanal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk dan aktivitas usaha kepada masyarakat.
Bagi Yayuk, keberadaan media memiliki arti penting dalam perjalanan membesarkan UMKM. Dukungan pemberitaan berjalan beriringan dengan kreativitas, relasi, dan konsistensi pelaku usaha dalam mengembangkan potensi lokal.
“Media menjadi sahabat kami,” ujarnya. [arn]
Share berita ini