DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong mahasiswa memanfaatkan koperasi sebagai wadah membangun kewirausahaan secara kolektif di tengah berkembangnya berbagai sektor ekonomi baru.
Menurutnya, koperasi modern kini tidak lagi terbatas pada usaha konvensional, tetapi telah merambah ekonomi digital, pertanian modern, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata, hingga ekonomi hijau.
Ferry mengatakan transformasi koperasi membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan usaha yang dikelola secara profesional, berbasis teknologi digital, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.
"Kampus memiliki kontribusi besar sebagai pusat perubahan. Mahasiswa perlu membangun pola pikir kewirausahaan, memanfaatkan koperasi sebagai ruang kolaborasi, serta tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan," ujarnya dalam kegiatan literasi perkoperasian yang digelar Kementerian Koperasi bersama Universitas Padjadjaran.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, mengatakan produk usaha mahasiswadiharapkan dapat dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga memiliki skala ekonomi yang lebih besar.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah bagi wirausaha muda untuk mengembangkan usaha yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
"Besar harapan kami, produk-produk ini bisa masuk ke dalam gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketika skala ekonominya tercapai, teman-teman wirausaha muda ini akan menjadi pengusaha kebanggaan bangsa dengan badan hukum koperasi," kata Destry.
Melalui literasi dan pemanfaatan teknologi, Destry mengatakan, generasi muda dapat melihat koperasi bukan sebagai lembaga yang kuno melainkan sebagai solusi ekonomi yang modern.
Ia meyakinkan bahwa koperasi menjadi wadah kolaborasi anak muda untuk mengembangkan usaha yang produktif, kreatif berdaya saing dengan skala ekonomi. Dengan adanya sinergi pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi fondasi penguatan ekosistem koperasi massa depan. [in]
Share berita ini