DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Pema Global Energi (PGE) kembali melaksanakan lifting kondensat Wilayah Kerja (WK) B dengan menyalurkan 86.000 barel kondensat untuk kebutuhan domestik.
Kegiatan lifting berlangsung pada 20-21 September 2026 menggunakan kapal MT Union Trust. Total kargo yang dimuat mencapai 102.537,63 barel, terdiri dari 86.000 barel milik WK B/PGE dan 16.537,63 barel milik PHE North Sumatra Offshore (PHE NSO).
Lifting tersebut merupakan yang kedua bagi WK B sepanjang 2026. Sebelumnya, lifting perdana telah dilaksanakan pada Juli 2026.
Dalam pelaksanaannya, PGE bersama PT Perta Arun Gas (PAG) terlebih dahulu melakukan risk assessment, terutama terkait keberterimaan kapal tipe MR terhadap kondisi operasional Terminal Blang Lancang.
Pengawas Lifting BPMA Muhammad Akmal mengatakan, hasil kajian tersebut menjadi dasar penetapan sejumlah langkah mitigasi untuk memastikan kegiatan berlangsung aman.
“Dengan adanya hasil risk assessment dan mitigasi yang telah disiapkan oleh PGE dan PAG, aspek-aspek operasional yang berkaitan dengan keberterimaan kapal dapat dikendalikan selama pelaksanaan lifting,” ujar Akmal.
Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA Ibnu Hafizh mengatakan, lifting kedua ini menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan penyaluran kondensat WK B. BPMA juga terus melakukan pengawasan terhadap aspek produksi, penyimpanan, terminal, hingga pengangkutan.
Sementara itu, Deputi Operasi BPMA Muhammad Mulyawan mengapresiasi PGE, PAG, PHE NSO, SKK Migas, serta seluruh pihak yang terlibat. Menurut dia, koordinasi, risk assessment, dan mitigasi sebelum kegiatan menjadi faktor penting agar proses pengapalan berjalan aman.
Dengan lifting kedua tersebut, PGE menambah realisasi penyaluran kondensat WK B sebesar 86.000 barel pada 2026. BPMA berharap kegiatan lifting dapat terus berlangsung secara berkelanjutan untuk mendukung optimalisasi produksi kondensat dan pencapaian target lifting migas Aceh. [*]
Share berita ini