DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Olahan Pisang dan Sentra IKM Tenun di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan sentra IKM merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional berbasis potensi daerah.
“Kementerian Perindustrian terus mengajak pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki sehingga pembinaan industri dapat dilakukan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memaksimalkan pengembangan sektor industri secara berkelanjutan,” kata Agus, Minggu (5/7/2026).
Agus menambahkan, pemerintah juga memastikan sentra IKM yang telah dibangun dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami memastikan agar sentra IKM yang dibangun melalui dukungan pemerintah benar-benar mampu memberi nilai tambah terhadap bahan baku lokal, membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sentra IKM Olahan Pisang di Manggarai Timur dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perindustrian Tahun 2022. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pangan berbasis pisang, yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti keripik, sale, tepung pisang, puree, bolu, cookies, dan aneka produk oleh-oleh khas daerah.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, sentra tersebut telah dilengkapi fasilitas berupa gedung produksi, gedung pengemasan, gudang, gedung promosi, serta mesin dan peralatan produksi.
“Fasilitas yang telah dibangun ini harus menjadi pusat produksi, pusat pembelajaran, pusat promosi, sekaligus pusat kolaborasi bagi para pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur,” kata Reni.
Selain pembangunan fisik, Sentra IKM Olahan Pisang juga memperoleh dukungan DAK nonfisik berupa pelatihan kewirausahaan, teknik produksi, pengembangan produk, sertifikasi mutu, dan peningkatan kapasitas pengelola.
Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA Yedi Sabaryadi mengatakan, keberhasilan sentra IKM tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, dan mitra pasar.
Selain sentra olahan pisang, Kabupaten Manggarai Timur juga telah memperoleh dukungan pengembangan Sentra IKM Tenun melalui skema DAK pada 2016, 2017, dan 2018.
Menurut Yedi, inovasi produk tenun perlu terus dilakukan tanpa menghilangkan nilai tradisi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi justru menjadi cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap hidup, diterima generasi muda, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya. [in]
Share berita ini