Industri Mamin Tumbuh 6,77%, Kemenperin Dorong Efisiensi dan Teknologi

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri makanan dan minuman (mamin) meningkatkan daya saing melalui efisiensi produksi, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi penggunaan air dan energi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri mamin memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan banyak sektor, mulai dari petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, logistik hingga industri kecil dan menengah (IKM).

"Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, dan berdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab," ujar Agus, Rabu (2/9/2026).

Kinerja industri mamin juga masih positif. Pada semester I 2026, sektor ini mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,77% dan berkontribusi 41,86% terhadap industri pengolahan nonmigas.

Untuk mempercepat modernisasi, Kemenperin menyediakan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan bagi industri agro, termasuk mamin. Fasilitasi penggantian harga mesin diberikan hingga 35% untuk mesin produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 25%.

Program tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. [in]

Share berita ini

dialeksis.com