Industri Kaca Nasional Tumbuh 8,8 Persen, Kapasitas Produksi Capai 2,92 Juta Ton

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri kaca lembaran agar semakin efisien dan berdaya saing. Subsektor barang galian bukan logam, termasuk industri kaca, tumbuh 8,8 persen.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada Triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Data SIINas mencatat kapasitas produksi terpasang industri kaca lembaran mencapai 2,92 juta ton per tahun pada 2025, naik dari 1,34 juta ton pada 2022. Produksi terealisasi 1,95 juta ton dengan utilisasi sekitar 67 persen. PT Xinyi Glass Indonesia menyumbang 27,5 persen kapasitas nasional.

"Industri kaca berpotensi tumbuh seiring pembangunan infrastruktur dan perumahan serta meningkatnya kebutuhan sektor properti dan otomotif. Indonesia juga memiliki bahan baku lokal seperti pasir silika, batu kapur, dan dolomit," ucapnya, Sabtu (17/10/2026).

Pemerintah mendukung industri melalui fasilitasi gas seharga 7 dollar AS per MMBTU, penerapan SNI wajib, standar industri hijau, serta program transformasi digital. Nilai rata-rata TKDN industri kaca lembaran saat ini mencapai 73,69 persen.

Kemenperin berharap produsen mengembangkan teknologi dan produk kaca bernilai tambah, seperti kaca Low-E, kaca berlapis, dan kaca berinsulasi untuk mendukung bangunan hemat energi. [red]

Share berita ini

dialeksis.com