Indonesia Ekspor 8,47 Juta Dosis Vaksin Hewan ke Afrika, Nilainya Rp1,9 Miliar

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri vaksin hewan Indonesia mulai memperluas pasar ke Afrika. PT Vaksindo Satwa Nusantara mengekspor perdana 8,475 juta dosis vaksin hewan ke Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo dengan nilai mencapai 106.875,80 dollar AS atau sekitar Rp 1,90 miliar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan, masuknya vaksin produksi Indonesia ke pasar Afrika menunjukkan produk kesehatan hewan nasional mampu memenuhi persyaratan dan standar internasional.

“Ekspor vaksin ini membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar internasional,” ujar Agung.

Menurut Agung, ekspansi pasar vaksin hewan perlu terus diperluas agar industri nasional tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga semakin berperan di pasar global.

Data Kementan mencatat, nilai ekspor obat hewan Indonesia sepanjang 2025 mencapai 438,10 juta dollar AS. Sementara pada Januari-Juli 2026, nilainya mencapai 66,37 juta dollar AS. Produk obat hewan Indonesia kini telah dipasarkan ke 95 negara.

Agung mengatakan pemerintah terus mendukung industri obat hewan melalui penguatan regulasi, pemenuhan persyaratan teknis, penjaminan mutu, komunikasi dengan otoritas veteriner negara tujuan, serta pembukaan akses pasar baru.

Penguatan sistem pengujian juga menjadi bagian penting. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah mendapat pengakuan sebagai laboratorium rujukan ASEAN untuk pengujian vaksin hewan.

Presiden Direktur PT Vaksindo Satwa Nusantara Teguh Yodiantara Prajitno mengatakan penetrasi ke pasar Afrika merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan produk kesehatan hewan Indonesia.

Menurutnya, produk vaksin dikembangkan dengan dukungan riset ilmiah, pengalaman, dan standar kualitas yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan pasar global. [in]

Share berita ini

dialeksis.com