DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan cabai secara nasional mencukupi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Namun, pemerintah mewaspadai potensi lonjakan harga cabai akibat kendala distribusi, terutama pengiriman dari daerah surplus menuju wilayah yang bergantung pada pasokan dari luar daerah atau luar pulau.
Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto mengatakan, ketersediaan cabai saat ini tergolong cukup. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan distribusi berjalan lancar agar pasokan tidak terganggu dan harga tetap terkendali.
“Kalau untuk cabai sendiri cukup, tinggal kita lihat saja sisi distribusinya,” kata Ito dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, pengiriman cabai melalui jalur laut menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian. Keterlambatan distribusi dapat menyebabkan pasokan di daerah tujuan berkurang sehingga harga berpotensi meningkat.
Bapanas terus memantau perkembangan harga melalui rapat pengendalian inflasi setiap Senin. Cabai dan beras menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang akhir tahun.
Untuk mencegah lonjakan harga, Bapanas menyiapkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Program tersebut digunakan untuk memobilisasi pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan sehingga biaya distribusi dapat ditekan.
Langkah ini dinilai penting karena data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi pada Senin (19/10/2026) menunjukkan hampir 90 persen kabupaten/kota masih mengalami kenaikan harga cabai.
Realisasi anggaran FDP saat ini mencapai sekitar 69,5 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 30,5 persen anggaran yang dapat digunakan untuk membantu daerah yang mengalami kenaikan harga ekstrem.
Kebutuhan distribusi juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah yang bergantung pada pasokan dari luar pulau. Papua, misalnya, masih menghadapi tekanan harga cabai, sementara Kalimantan Tengah membutuhkan pasokan dari luar daerah untuk komoditas cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Selain cabai, Bapanas memastikan pasokan beras tetap tersedia selama Nataru. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar beras SPHP dan bantuan pangan tetap disalurkan setiap bulan, termasuk pada Desember 2026.
Per 21 Oktober 2026, Bulog menguasai stok beras sebanyak 4,56 juta ton. Pemerintah juga menugaskan Bulog menyalurkan 1,03 juta ton beras SPHP di seluruh Indonesia sepanjang 2026. [in]
Share berita ini