Bulog Aceh: Harga Gabah Petani Tembus Rp8.100 per Kg, Jauh di Atas HPP

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh menyatakan harga pembelian gabah tingkat petani saat ini berkisar Rp7.400 sampai Rp8.100 per kilogram atau berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

“Artinya, harga beli gabah saat ini jauh di atas HPP. Ini menandakan petani menerima manfaat lebih besar atas kenaikan harga gabah yang lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, yang dilansir pada Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, dengan harga pembelian di atas HPP tersebut, maka peran Bulog selanjutnya adalah memastikan persediaan beras dan stabilisasi harga pangan yakni melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Menurut dia, ketika harga beli gabah lebih tinggi berlaku hukum pasar, yakni para petani dapat menjual gabah kepada pembeli dengan harga tampung lebih tinggi guna mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Kami juga tetap memastikan harga beli gabah di tingkat petani di Aceh tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram. Kami juga siap membeli gabah milik petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan,” katanya.

Pihaknya memastikan persediaan beras SPHP di seluruh mitra resmi Bulog yang tersebar di seluruh Aceh mencukupi, sehingga harga beras tetap normal dan tidak terjadi lonjakan harga akibat kenaikan harga gabah.

“Kenaikan harga gabah ini tentu sangat positif terhadap petani dan juga akan ikut berdampak terhadap harga jual beras di pasaran,” pungkasnya. [*]

Share berita ini

dialeksis.com