BSI Catat Laba Rp4,16 Triliun, Nasabah Tembus 24,3 Juta

DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Pertumbuhan nasabah semakin meningkat sejak transformasi teknologi BSI rampung. Sejak Mei 2026, jumlah nasabah bertambah lebih dari 200 ribu per bulan.

Penguatan teknologi juga mendorong penggunaan layanan digital BYOND by BSI. Sepanjang 2026, tercatat sekitar 1 miliar akses login ke platform tersebut.

Melalui BYOND, nasabah dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari transaksi perbankan, investasi, pembiayaan, emas, hingga layanan haji dan umrah.

BSI juga memperluas layanan digital melalui Hasanah KKI Card Digital, kartu pembiayaan virtual dengan limit mulai Rp4 juta hingga Rp100 juta.

Hingga Juni 2026, BSI mencatat 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

Dari sisi keuangan, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 22 persen menjadi Rp393 triliun, dengan dana murah atau CASA mencapai Rp238 triliun. Sementara total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembiayaan juga tumbuh di berbagai segmen, dengan total pembiayaan wholesale Rp95 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, serta konsumer Rp189,25 triliun.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, investasi besar yang dilakukan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, tetapi juga membangun pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal bagi jutaan nasabah.

"Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujar Anggoro, Jumat (21/8/2026).

Menurut Anggoro, bertambahnya jumlah nasabah menjadi peluang bagi BSI untuk memperdalam hubungan dengan nasabah melalui layanan keuangan syariah yang semakin mudah, relevan, dan terintegrasi. [*]

Share berita ini

dialeksis.com