DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan Pertalite terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah pantai timur Aceh, Rabu (29/7/2026).
Kondisi ini terlihat hampir merata di sepanjang jalur lintas Medan–Banda Aceh, mulai dari Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar hingga Kota Banda Aceh.
Berdasarkan pantauan Dialeksis.com, sejumlah SPBU memasang pemberitahuan bahwa stok Solar dan Pertalite sedang kosong. Akibatnya, aktivitas di SPBU tampak lebih lengang dibandingkan hari-hari biasanya karena masyarakat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Kondisi tersebut memaksa sebagian pengendara beralih menggunakan BBM nonsubsidi, yakni Pertamax, meskipun harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Zahran, mengaku telah mendatangi beberapa SPBU untuk mencari Pertalite, namun seluruhnya kehabisan stok.
"Saya sudah muter beberapa kali tetapi stok Pertalite kosong, jadi terpaksa saya isi Pertamax meskipun lebih mahal. Untuk Scoopy saya ini kalau isi Pertamax itu Rp50 ribu, tapi kalau Pertalite Rp30 ribu sudah penuh. Jadi selisih Rp20 ribu itu terasa banget," ujar Zahran kepada Dialeksis.com.
Menurutnya, kelangkaan BBM subsidi sangat membebani masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang setiap hari bergantung pada Pertalite untuk beraktivitas.
"Kita berharap pasokan Solar dan Pertalite dapat segera kembali normal agar aktivitas transportasi dan distribusi barang tidak terganggu," ujarnya.
Sementara itu, petugas di salah satu SPBU kawasan Blang Malu, Kabupaten Pidie, membenarkan bahwa stok Solar dan Pertalite sedang habis. Pihak SPBU masih menunggu distribusi dari depo BBM.
"Kosong, Bang. Kalau kapan masuk, kami juga tidak tahu, karena informasi itu ada di manajer atau supervisor," kata petugas SPBU tersebut.
Hingga Rabu sore, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kosongnya stok BBM subsidi di sejumlah SPBU di pantai timur Aceh.
Share berita ini