UE dan Filipina Sepakati Perjanjian Dagang Baru, Ada Indonesia dalam Daftar Negosiasi

DIALEKSIS.COM | Brussel - Uni Eropa (UE) dan Filipina mencapai kesepakatan awal mengenai perjanjian perdagangan bebas (FTA) baru. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya UE memperluas jaringan perdagangan di tengah ketegangan dengan sejumlah mitra dagang tradisional.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sempat menyatakan kedua pihak telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas. Namun, pejabat UE kemudian menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut masih berupa kesepakatan awal dan membutuhkan negosiasi lanjutan sebelum menjadi perjanjian final.

Negosiator perdagangan utama UE, Maroš Šefčovič, mengatakan kesepakatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang saat ini mencapai hampir 30 miliar euro per tahun. Menurutnya, FTA akan membuka peluang bagi eksportir dan investor, memperkuat rantai pasok, serta memperdalam hubungan ekonomi UE-Filipina.

Šefčovič memperkirakan proses penyelesaian perjanjian membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun. Setelah negosiasi rampung, kesepakatan juga harus melalui proses ratifikasi oleh parlemen kedua pihak.

Hubungan perdagangan UE-Filipina saat ini banyak ditopang sektor elektronik. UE mengekspor antara lain pesawat terbang, daging babi, dan produk farmasi, sedangkan Filipina memasok semikonduktor, sirkuit terpadu, serta mesin industri.

Kesepakatan dengan Filipina menjadi bagian dari strategi UE mendiversifikasi hubungan perdagangan. Selain Filipina, UE juga tengah menjajaki perjanjian dagang dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia, sementara kesepakatan perdagangan bebas UE-ASEAN secara keseluruhan masih menjadi target jangka panjang.

Langkah tersebut dilakukan ketika UE menghadapi ketidakpastian geopolitik dan perdagangan, termasuk hubungan dengan Rusia, China, dan Amerika Serikat. Šefčovič mengatakan semakin banyak negara yang mendekati UE untuk memperkuat kemitraan perdagangan di tengah perubahan ekonomi global. [AP/abc news]

Share berita ini

dialeksis.com