DIALEKSIS.COM | Kyiv - Pasukan Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (7/11/2026). Serangan tersebut merusak sejumlah bangunan, termasuk gedung apartemen dan fasilitas taman kanak-kanak. Dua orang dilaporkan terluka.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan ledakan terjadi di pinggiran ibu kota akibat serangan rudal yang menyasar infrastruktur.
"Terjadi ledakan di pinggiran kota Kyiv. Musuh menyerang infrastruktur dengan rudal balistik," tulis Klitschko melalui Telegram.
Dia menjelaskan, puing-puing rudal menghantam sebuah gedung apartemen lima lantai di distrik bagian barat Kyiv. Fasad bangunan tempat tinggal lainnya juga mengalami kerusakan.
Pemerintah militer Kyiv turut melaporkan kerusakan pada sebuah bangunan yang digunakan sebagai taman kanak-kanak. Dua orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Warga juga diminta tetap waspada karena otoritas setempat memperingatkan kemungkinan adanya serangan susulan.
Zelenskyy Peringatkan Serangan Infrastruktur Energi
Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan baru yang menyasar infrastruktur energi, jembatan, dan fasilitas penting lainnya.
Di tengah ancaman tersebut, pemerintah Ukraina juga terus mengupayakan jaminan keamanan dari negara-negara Barat untuk periode setelah perang berakhir.
Zelenskyy menyampaikan hal itu dalam wawancara yang ditayangkan Kamis malam, setelah pertemuan dua hari antara negara-negara sekutu Ukraina di Brussels.
Pertemuan tersebut membahas rekonstruksi pascaperang, kebutuhan pendanaan tahun depan, serta jaminan keamanan bagi Ukraina. Sejumlah pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa turut hadir bersama perwakilan Bank Dunia serta perusahaan investasi AS, BlackRock.
Kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, menyebut pertemuan itu sebagai bagian dari upaya menyelaraskan dukungan internasional terhadap Ukraina.
Pembicaraan Damai Ukraina-Rusia Digelar di Abu Dhabi
Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang juga terus berlangsung. Ukraina dan Rusia dijadwalkan kembali menggelar pembicaraan yang dipimpin Amerika Serikat di Abu Dhabi, tiga hari setelah serangan ke Kyiv.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimistis kesepakatan antara kedua negara dapat segera tercapai. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya bertemu utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, di Gedung Putih pada Kamis.
Trump mengungkapkan tidak bertemu dengan delegasi Ukraina pada hari tersebut.
Sementara itu, upaya gencatan senjata lokal di Oleshky, Ukraina selatan, yang sebelumnya turut diperantarai Ibu Negara AS Melania Trump, dilaporkan telah berakhir pada Minggu lalu.
Sehari setelahnya, Rusia melancarkan serangan terhadap titik distribusi bantuan di Komyshuvakha, wilayah Zaporizhia.
Layanan Darurat Ukraina pada Jumat menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan di lokasi tersebut meningkat menjadi 50 orang. Serangan itu menjadi salah satu insiden paling mematikan terhadap warga sipil sepanjang tahun ini. [Aljazeera, AP, Reuters]
Share berita ini