Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang Timur Tengah

DIALEKSIS.COM | Internasional - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya membantu mengakhiri perang di Timur Tengah. Komitmen itu disampaikan saat bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Turkmenistan, Kamis (8/10/2026), menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Moskow, menurut Putin, bersedia mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk mendukung penyelesaian konflik.

“Kami siap melakukan segala daya kami untuk berkontribusi dalam penyelesaian situasi ini,” ujar Putin, sebagaimana dilaporkan AFP melalui CNA.

Putin menilai Teheran telah menunjukkan kesungguhan untuk menempuh jalan damai. Ia menyebut Iran mengajukan proposal baru sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat. Namun, laporan tersebut tidak memerinci isi usulan itu.

Pertemuan kedua pemimpin berlangsung ketika pembicaraan Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi kebuntuan. Pezeshkian mempertanyakan kelanjutan dialog karena, menurutnya, perundingan sebelumnya justru diikuti serangan kembali terhadap Iran.

Meski demikian, Pezeshkian menyampaikan bahwa Teheran menginginkan kerangka penyelesaian yang dapat mengakhiri perang. Ia menuding Washington berusaha memaksakan kebijakan dan pandangannya kepada negara lain, sesuatu yang dinilainya menghambat tercapainya kesepakatan.

Dalam laporan EFE, Pezeshkian menegaskan Iran tetap membuka ruang perundingan. Ia menyatakan keinginan untuk segera menghentikan perang, dengan syarat hak-hak negaranya dihormati. Pendekatan sepihak, menurut dia, akan menyulitkan penyelesaian dalam waktu dekat.

Presiden Iran juga mengapresiasi sikap Rusia, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dukungan Moskow dinilainya membantu menghadapi tekanan Amerika Serikat terhadap Teheran.

Komunikasi Putin dan Pezeshkian berlangsung secara intensif. Sebelum pertemuan di Turkmenistan, keduanya berbicara melalui telepon pada Rabu (7/10/2026). Mereka juga bertemu dalam agenda Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgistan pada September lalu.

Selain membahas konflik, kedua pemimpin menyoroti hubungan bilateral. Putin menyebut perdagangan Rusia dan Iran meningkat sekitar 21 persen pada 2025 dan masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang tujuh bulan pertama 2026, meski kedua negara menghadapi sanksi Barat.

Share berita ini

dialeksis.com