DIALEKSIS.COM | Seoul - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengecam Ukraina setelah Kyiv mengungkap pemindahan dua tentara Korea Utara yang ditangkap dalam perang Rusia-Ukraina ke Seoul.
Lee menilai Ukraina telah mengungkap informasi tersebut secara sepihak, padahal sebelumnya disebut meminta agar proses pemindahan dilakukan secara rahasia.
Melalui unggahan di X, Jumat (2/10/2026), Lee menuntut Ukraina mengakui adanya kesepakatan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ia bahkan mengancam akan mengambil "langkah-langkah tambahan" terhadap Kyiv jika persoalan tersebut tidak diselesaikan.
Lee mengatakan masalah tersebut menyangkut kehormatan rakyat dan bangsa Korea Selatan sehingga tidak dapat diabaikan.
Perselisihan itu bermula setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap dalam Sidang Majelis Umum PBB bahwa Kyiv telah mengirim dua tentara Korea Utara yang ditangkap kepada Korea Selatan.
Seoul kemudian menuduh Ukraina melanggar kesepakatan kerahasiaan dan memanggil kuasa usaha Ukraina untuk meminta penjelasan.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut persoalan tersebut sebagai "kesalahpahaman diplomatik" dan berharap dapat segera diselesaikan. Ia juga menegaskan Korea Selatan tetap menjadi mitra penting bagi Ukraina.
Ketegangan meningkat setelah Kepala Staf Kepresidenan Ukraina Kyrylo Budanov mengatakan keterlibatan Korea Utara dalam perang Ukraina-Rusia berkaitan dengan persiapan menghadapi kemungkinan konflik di Semenanjung Korea.
Sementara itu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan dilaporkan menilai pengungkapan tawanan tersebut mungkin bertujuan memperoleh dukungan Seoul untuk bantuan militer kepada Ukraina.
Sebelumnya, Zelenskyy juga meminta Korea Selatan menyediakan sistem pertahanan udara bagi Ukraina. Namun, Seoul tidak mendukung permintaan tersebut meski tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kyiv. [cnbc]
Share berita ini