DIALEKSIS.COM | Sana'a - Angkatan Darat Yaman mengklaim telah melancarkan 257 operasi penargetan presisi terhadap posisi kelompok Houthi di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Sana'a.
Juru bicara pasukan pemerintah Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, mengatakan operasi tersebut dilakukan menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan peluncur roket.
Menurut dia, operasi itu diperkirakan menewaskan sedikitnya 700 anggota Houthi serta menghancurkan 170 kendaraan tempur dan peralatan berat. Namun, pihak pemerintah tidak merinci korban dari pasukannya.
Operasi tersebut menyasar Sana'a, Midi, Baqim, serta sejumlah garis depan di al-Jawf, Marib, al-Bayda, dan Lahij. Taiz disebut menjadi lokasi dengan intensitas operasi terbesar.
Pertempuran di Taiz kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah garis depan di sekitar kota dilaporkan mengalami bentrokan sengit, terutama di wilayah barat.
Al Jazeera melaporkan, serangan artileri menyebabkan korban sipil di sejumlah kawasan permukiman. Salah satu korban dilaporkan merupakan seorang bayi yang meninggal akibat luka serpihan peluru.
Pasukan pemerintah juga mengklaim berhasil merebut Benteng Sama'a di tenggara Taiz setelah pertempuran sengit dengan kelompok Houthi. Puluhan anggota Houthi disebut tewas atau terluka dalam pertempuran tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah Yaman menutup perlintasan al-Houban di Taiz. Jalur tersebut sebelumnya ditutup selama sembilan tahun dan baru dibuka kembali bagi warga sipil pada 2024.
Pejabat militer Yaman menyebut penutupan dilakukan karena alasan keamanan, termasuk dugaan upaya infiltrasi Houthi dan peningkatan aktivitas militer di sekitar wilayah tersebut.
Gencatan senjata antara pemerintah Yaman dan Houthi yang disepakati pada 2022 runtuh pada Juli 2026. Sejak itu, pertempuran kembali meningkat dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.
Perang saudara di Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut Sana'a pada 2014 dan memaksa pemerintah yang diakui secara internasional mundur ke Aden. [Aljazeera, Anadolu]
Share berita ini