DIALEKSIS.COM | Moskow - Sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan drone dan rudal Rusia yang menghantam sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (8/7/2026). Satu korban dilaporkan meninggal di Kyiv, sementara dua lainnya tewas di Kharkiv setelah Rusia melancarkan gelombang serangan udara sepanjang malam.
Di Kyiv, beberapa ledakan keras terdengar sesaat setelah tengah malam. Menariknya, ledakan terjadi sebelum otoritas setempat mengeluarkan peringatan serangan udara, kondisi yang tidak lazim karena sirene peringatan biasanya dibunyikan lebih dahulu agar warga memiliki waktu mencari perlindungan.
Di Kharkiv, Wali Kota Ihor Terekhov mengatakan dua orang tewas dan sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan yang menghantam kota tersebut.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 169 drone serang jarak jauh serta tujuh rudal, termasuk lima rudal balistik, dalam serangan semalam. Sistem pertahanan udara Ukraina diklaim berhasil menembak jatuh atau mengganggu 139 drone, sementara dua rudal anti-radar gagal mencapai sasaran. Namun, lima rudal balistik dan sekitar 20 drone tetap menghantam 15 lokasi berbeda di Ukraina, menandakan tekanan yang terus meningkat terhadap sistem pertahanan udara negara tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi militernya menargetkan fasilitas industri pertahanan di Kyiv. Moskow mengklaim telah menghancurkan pabrik yang memproduksi komponen rudal jelajah Flamingo serta fasilitas perakitan drone jarak menengah dan jauh.
Rusia juga melaporkan keberhasilan menghadang serangan balasan Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 415 drone Ukraina sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.
Gubernur Wilayah Saratov, Roman Busargin, mengatakan serangan drone Ukraina menewaskan satu orang, melukai beberapa lainnya, serta merusak sebuah fasilitas industri.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan militer Ukraina berhasil menyerang sejumlah target strategis di wilayah Rusia, termasuk Saratov, Tatarstan, Bashkortostan, dan Voronezh. Menurut Zelenskyy, serangan tersebut mengenai kilang minyak di Saratov dan fasilitas energi lainnya di Tatarstan.
Perusahaan energi milik negara Rusia, Gazprom, juga melaporkan bahwa drone Ukraina menyerang stasiun kompresor Krasnodarskaya yang melayani jaringan pipa gas Blue Stream menuju Turki. Meski demikian, Gazprom menegaskan pasokan gas ke Turki tidak terganggu.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi berbahaya terhadap infrastruktur energi internasional. Ia berharap Turki dan negara lain dapat memperingatkan Kyiv agar tidak kembali menargetkan fasilitas tersebut.
Di wilayah lain Rusia, Wali Kota Nizhnekamsk Radmir Belyayev mengatakan drone Ukraina merusak sebuah fasilitas industri dan menyebabkan beberapa orang terluka. Sementara itu, Gubernur Rostov Yuri Slyusar menyebut dua kapal tanker minyak di Teluk Taganrog rusak akibat serangan drone. Dua awak kapal mengalami luka-luka, namun tidak terjadi tumpahan minyak karena kedua kapal dalam keadaan kosong.
Di Ukraina, Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan serangan Rusia menewaskan seorang perempuan dan melukai dua orang lainnya. Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan sejumlah gedung administrasi, gudang, kompleks garasi, serta beberapa trem kota mengalami kerusakan.
Sementara itu, di wilayah Zaporizhzhia, bom berpemandu Rusia melukai seorang pria lanjut usia dan seorang perempuan, menurut Kepala Administrasi Regional Ivan Fedorov.
Gelombang serangan terbaru ini kembali menunjukkan intensitas perang Rusia-Ukraina yang masih tinggi, dengan kedua belah pihak terus melancarkan serangan jarak jauh terhadap sasaran militer maupun infrastruktur strategis. [AP/abc news]
Share berita ini