Kebakaran Hutan Makin Parah, Eropa Hadapi Krisis Perlindungan Asuransi

DIALEKSIS.COM | Paris - Kebakaran hutan, gelombang panas, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang semakin sering melanda Eropa memicu kekhawatiran industri asuransi. Perusahaan asuransi menilai kawasan tersebut menghadapi protection gap atau kesenjangan perlindungan karena nilai kerugian akibat bencana semakin besar, sementara banyak aset belum diasuransikan.

Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Prancis dan Spanyol sejak Juli telah menghanguskan lebih dari 300.000 ekar lahan. Yunani juga dilanda kebakaran yang diperparah angin berkecepatan hingga 100 km per jam.

Di saat yang sama, sejumlah negara Eropa menghadapi gelombang panas dengan suhu yang melampaui 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran, kekeringan, gangguan kesehatan, hingga kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian.

CEO Zurich Insurance Group Mario Greco mengatakan risiko cuaca sebenarnya dapat diasuransikan. Namun, biaya penanganannya semakin mahal sehingga diperlukan langkah pencegahan dan mitigasi yang lebih sistematis dari pemerintah.

"Risiko itu nyata adanya," ujar Greco dalam wawancara dengan CNBC.

Allianz Commercial mencatat perusahaan asuransi membayar klaim kerugian akibat kebakaran hutan sebesar US$56,3 miliar sepanjang dekade 2010-an. Nilai tersebut melonjak sekitar enam kali lipat dibandingkan US$8,7 miliar pada dekade sebelumnya.

Chief Financial Officer Swiss Re Anders Malmström mengatakan kesenjangan perlindungan masih cukup besar di Eropa. Menurutnya, banyak aset bernilai tinggi berada di kawasan yang rentan bencana, tetapi belum terlindungi asuransi.

Risiko juga meningkat seiring bertambahnya kekayaan dan kenaikan harga properti di wilayah rawan bencana. Artinya, semakin banyak aset yang harus dilindungi ketika frekuensi dan dampak cuaca ekstrem terus meningkat.

Swiss Re memperkirakan kebakaran hutan Los Angeles pada Januari 2025 menjadi kebakaran hutan dengan kerugian terbesar secara global, dengan kerugian yang diasuransikan mencapai sekitar US$40 miliar.

Industri asuransi kini mendorong peningkatan mitigasi risiko, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah dan pemerintah daerah. Zurich, misalnya, membentuk unit Resilient Solutions untuk membantu nasabah menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak perubahan iklim.

Perusahaan asuransi menilai penguatan pencegahan dan mitigasi menjadi semakin penting agar masyarakat dan dunia usaha tidak menanggung sendiri beban finansial ketika bencana cuaca ekstrem terjadi. [cnbc]

Share berita ini

dialeksis.com