DIALEKSIS.COM | AS - Perusahaan kecerdasan buatan (AI), Anthropic, mengungkap sejumlah risiko serius dari teknologi yang dikembangkannya menjelang rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dalam dokumen pendaftaran awal S-1 yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Anthropic memperingatkan bahwa model AI canggih berpotensi menimbulkan risiko katastropik hingga mengancam keberlangsungan umat manusia.
Dokumen setebal sekitar 300 halaman itu memuat kurang lebih 90 halaman yang membahas berbagai risiko terhadap reputasi, bisnis, kondisi keuangan, dan operasional perusahaan.
“Berinvestasi dalam saham biasa Kelas A kami mengandung tingkat risiko yang tinggi,” tulis Anthropic dalam prospektus tersebut.
Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu menjelaskan, sistem AI yang semakin canggih dapat menimbulkan bahaya apabila dikembangkan atau dioperasikan tanpa perlindungan, pengawasan, dan mekanisme keamanan yang memadai.
Risiko tersebut semakin besar jika teknologi AI disalahgunakan, dijadikan senjata, direplikasi, atau diberi otonomi tinggi tanpa pengawasan manusia yang cukup.
Anthropic juga menyoroti kemampuan sistem AI yang semakin mandiri dalam mengambil tindakan berdampak besar. Kesalahan dalam penetapan tujuan, ketidakselarasan dengan niat manusia, hingga perilaku mempertahankan diri dinilai berpotensi memicu tindakan berbahaya secara luas.
Meski demikian, perusahaan menilai AI memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Teknologi ini dinilai berpotensi mempercepat penelitian ilmiah, mendorong pertumbuhan ekonomi, membantu menemukan pengobatan penyakit, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini sulit diatasi.
Namun, Anthropic mengakui sistem pengamanan yang diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan AI tidak sepenuhnya sempurna. Perlindungan tersebut dapat menjadi usang, ditembus pihak tertentu, atau gagal menghadapi ancaman baru.
Dalam dokumen sebelumnya, Anthropic juga mengungkap insiden pada September 2025 ketika kelompok peretas yang didukung negara Tiongkok diduga memanipulasi perangkat pemrograman Claude. Kelompok tersebut berupaya menyusup ke sekitar 30 target global, termasuk perusahaan teknologi, lembaga keuangan, industri kimia, dan instansi pemerintah.
Perusahaan turut memperingatkan bahwa industri asuransi mungkin tidak memiliki kapasitas memadai untuk menanggung kerugian akibat insiden AI berskala katastrofik.
Di sisi bisnis, Anthropic berencana mencatatkan saham biasa Kelas A di Nasdaq Global Select Market dengan kode saham **ANT**. Namun, jumlah saham dan kisaran harga penawaran belum ditentukan. Pernyataan pendaftaran yang diajukan kepada SEC juga belum efektif.
Didirikan pada 2021, Anthropic mencatat pendapatan 16,3 miliar dolar AS selama enam bulan pertama tahun ini, meningkat hampir 14 kali lipat dibandingkan 1,2 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan dokumen perusahaan. [bh-abc news]
Share berita ini