DIALEKSIS.COM | London - Jaguar Land Rover (JLR) akan memangkas sekitar 4.000 lapangan kerja atau 10% dari total tenaga kerjanya secara global. Produsen mobil mewah asal Inggris itu mengambil langkah tersebut di tengah tekanan persaingan dari merek China, serangan siber, hingga kebijakan tarif Amerika Serikat.
Perusahaan yang dimiliki Tata Motors asal India itu menargetkan penghematan sekitar £1,7 miliar (US$2,3 miliar) dalam dua tahun ke depan. JLR juga ingin menurunkan titik impas bisnis menjadi sekitar 300.000 unit kendaraan.
CEO JLR PB Balaji mengatakan industri otomotif saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan teknologi, persaingan ketat, dan ketidakpastian geopolitik.
"Sebagai bagian dari transformasi ini, kami akan mengurangi jumlah tenaga kerja global kami sebanyak sekitar 4.000 posisi dalam dua tahun ke depan," kata Balaji yang dilansir pada Senin (7/9/2026).
JLR juga berencana meluncurkan lima produk baru dalam 12 bulan mendatang.
Pemerintah Inggris menyatakan memahami kekhawatiran pekerja dan keluarga yang terdampak. Menteri Bisnis dan Perdagangan Jonathan Reynolds dijadwalkan bertemu dengan jajaran eksekutif JLR untuk membahas langkah efisiensi tersebut.
Tekanan serupa juga dialami industri otomotif Eropa. Volkswagen sebelumnya mengumumkan rencana memangkas 50.000 pekerjaan di tengah persaingan dengan produsen mobil China dan tekanan tarif. [cnbc]
Share berita ini