Iran vs Austria Memanas, Kepala Badan Nuklir Dilarang Hadiri Pertemuan IAEA

DIALEKSIS.COM | Wina - Iran mengecam Austria setelah kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, tidak diizinkan menghadiri pertemuan tahunan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Senin (14/9/2026).

Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menyebut penolakan tersebut sebagai “pelanggaran serius” terhadap hak Iran sebagai negara anggota. Ia menilai Austria, sebagai negara tuan rumah IAEA, telah melanggar kewajibannya dengan tidak menerbitkan visa bagi Eslami.

Kecaman serupa disampaikan Rusia. Duta Besar Rusia untuk PBB di Wina, Mikhail Ulyanov, menilai Austria telah melanggar kewajibannya sebagai negara tuan rumah. Pemerintah Iran juga memprotes keputusan tersebut dan memanggil kuasa usaha Austria di Teheran.

Austria menjelaskan bahwa visa Eslami ditolak karena komite sanksi Dewan Keamanan PBB tidak memberikan pengecualian atas larangan perjalanan terhadap pejabat Iran tersebut. Duta Besar Austria untuk IAEA, Christian Ebner, mengatakan negaranya wajib mematuhi keputusan tersebut.

Larangan perjalanan itu merupakan bagian dari sanksi PBB yang kembali berlaku setelah mekanisme snapback diaktifkan oleh Perancis, Inggris, dan Jerman. Iran, Rusia, dan China menolak legalitas pemberlakuan kembali sanksi tersebut.

Persoalan ini terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan IAEA. Sejak serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, Teheran membatasi akses inspektur IAEA ke sejumlah lokasi terdampak. IAEA juga belum dapat memverifikasi kondisi cadangan uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen.

Awal bulan ini, Dewan IAEA mengeluarkan resolusi yang melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB karena dinilai gagal bekerja sama dalam penyelidikan terkait jejak uranium di sejumlah lokasi yang sebelumnya tidak dideklarasikan. Iran tetap membantah mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai. [AP/abc news]

Share berita ini

dialeksis.com