Iran Klaim Kemajuan Militer Satu Dekade Dicapai dalam 15 Bulan

DIALEKSIS.COM | Teheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengklaim negaranya berhasil mencatat kemajuan militer setara satu dekade hanya dalam kurun waktu 15 bulan terakhir. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Iran memperkuat kembali kemampuan ofensif dan defensifnya.

Dalam pesan kepada rakyat Iran, Ghalibaf mengatakan angkatan bersenjata telah memanfaatkan berbagai peluang untuk membangun kembali sekaligus meningkatkan kekuatan militernya.

Menurut dia, para ahli Iran terus mengembangkan teknologi pertahanan secara mandiri. Upaya tersebut diklaim berhasil memulihkan kemampuan militer Iran hingga mencapai tingkat yang melampaui kekuatan lawan-lawannya.

Ghalibaf turut menyinggung serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara setelah tercapainya gencatan senjata pada Juni 2026. Ia menilai serangan tersebut memiliki arti strategis dan menunjukkan peningkatan kemampuan tempur Iran.

“Dalam berbagai tahapan perang, kinerja angkatan bersenjata Iran terus meningkat. Iran secara praktis menguasai medan, dan musuh telah menyadari bahwa mereka tidak mampu menghentikan kekuatan rudal Iran,” ujar Ghalibaf.

Ia memperingatkan bahwa kemampuan militer Iran akan semakin kuat apabila konflik kembali terjadi.

“Musuh harus mengetahui bahwa dalam tahapan perang berikutnya, kami akan jauh lebih unggul, baik secara kualitas maupun kuantitas,” tegasnya.

Pernyataan Ghalibaf disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengembangan sistem pertahanan Iran. Sejumlah pejabat tinggi militer negara tersebut juga mengungkapkan kemajuan yang dicapai dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara.

Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami mengatakan sistem pertahanan udara negaranya berkembang pesat menuju kemandirian. Iran juga terus mengembangkan sejumlah sistem baru dengan mengandalkan kemampuan para ahli dalam negeri.

Hal senada disampaikan Penjabat Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Majid Ibn al-Reza. Ia mengatakan kebutuhan pasukan pertahanan udara terus diterjemahkan menjadi teknologi dan kemampuan pertahanan yang dikembangkan secara mandiri.

Pernyataan para pejabat Iran tersebut menyusul deklarasi bersama Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang dikeluarkan pada Senin.

Dalam deklarasi itu, Iran menegaskan tetap menghormati kedaulatan negara-negara tetangga. Namun, Teheran memastikan tidak akan menoleransi serangan baru dan siap memberikan balasan yang lebih keras terhadap setiap tindakan agresi.

Militer Iran juga memperingatkan negara maupun pihak yang memfasilitasi serangan Amerika Serikat. Setiap wilayah yang menjadi sumber serangan, menurut pernyataan tersebut, dapat dijadikan sasaran oleh pasukan Iran.

“Kalian telah berulang kali menguji tekad kuat angkatan bersenjata kami serta rakyat kami yang pemberani dan tangguh. Karena itu, jangan mengujinya lagi,” demikian peringatan militer Iran.

Share berita ini

dialeksis.com