Inilah 7 Tempat Penyimpanan Emas Paling Aman

DIALEKSIS.COM | Internasional - Emas bukan sekadar logam mulia untuk perhiasan dan investasi. Bagi banyak negara, emas merupakan aset strategis yang berfungsi menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan sekaligus memperkuat cadangan devisa.

Karena nilainya sangat tinggi, ribuan ton emas milik negara, bank sentral, dan lembaga internasional disimpan di fasilitas dengan sistem keamanan berlapis. Lokasinya mulai dari ruang bawah tanah, bekas bunker militer, hingga kompleks yang dijaga ketat oleh personel bersenjata.

Menariknya, emas milik suatu negara tidak selalu disimpan di dalam wilayahnya sendiri. Sebagian ditempatkan di pusat perdagangan internasional agar lebih mudah digunakan dalam transaksi keuangan global.

Berikut tujuh tempat penyimpanan emas terbesar dan paling terkenal di dunia, seperti dilansir SINDOnews, Jumat (17/7/2026).

1. Federal Reserve Bank of New York

Brankas emas milik Federal Reserve Bank of New York menjadi salah satu tempat penyimpanan logam mulia terbesar di dunia. Fasilitas tersebut berada sekitar 24 meter di bawah jalanan Manhattan, New York, dan berdiri di atas lapisan batuan dasar yang kokoh.

Pada 2024, brankas itu menampung sekitar 507 ribu batang emas dengan berat mencapai 6.331 ton. Sebagian besar emas tersebut bukan milik Amerika Serikat, melainkan dititipkan oleh berbagai bank sentral, negara, dan organisasi internasional.

Setiap pemindahan emas harus disaksikan oleh tiga orang yang mewakili pengelola brankas dan auditor internal New York Fed.


2. Fort Knox

Fort Knox di Kentucky menjadi simbol fasilitas penyimpanan paling aman di Amerika Serikat. Kompleks yang dikelola Departemen Keuangan AS tersebut menyimpan sekitar 147,3 juta troy ounce emas atau lebih dari 4.500 ton.

Jumlah itu mewakili lebih dari separuh emas yang dikuasai pemerintah federal Amerika Serikat. Bangunannya diperkuat dengan dinding granit, beton, baja, serta sistem penjagaan ketat.

Akses ke ruang penyimpanan sangat dibatasi. Hanya sedikit pejabat dan anggota parlemen yang pernah diizinkan masuk ke fasilitas yang mulai digunakan pada 1937 tersebut.


3. Bank of England

Di bawah kawasan finansial London terdapat sembilan ruang penyimpanan emas milik Bank of England. Fasilitas itu menampung sekitar 400 ribu batang emas, menjadikannya tempat penitipan emas terbesar kedua di dunia setelah New York Fed.

Selain menyimpan cadangan emas pemerintah Inggris, Bank of England memberikan layanan penyimpanan kepada sejumlah bank sentral dan lembaga keuangan asing.

Keberadaan fasilitas tersebut ikut menopang posisi London sebagai salah satu pusat perdagangan emas utama dunia. Menurut Bank of England, belum pernah terjadi pencurian emas dari brankas tersebut.


4. Brankas Emas Swiss

Swiss sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan dan pemurnian emas dunia. Berbeda dengan fasilitas bank sentral yang relatif terbuka informasinya, lokasi dan jumlah emas yang tersimpan di berbagai brankas Swiss umumnya dirahasiakan.

Sebagian fasilitas disebut dibangun di bawah Pegunungan Alpen atau memanfaatkan bekas bunker militer. Stabilitas politik, sistem perbankan, serta tingginya perlindungan terhadap aset menjadikan Swiss pilihan bagi bank, investor, dan pemilik kekayaan besar.

Selain sebagai lokasi penyimpanan, Swiss juga memainkan peran penting dalam proses pemurnian dan perdagangan emas internasional.


5. Banque de France

Bank sentral Prancis memiliki ruang penyimpanan emas jauh di bawah Kota Paris. Banque de France mencatat sekitar 2.436 ton emas tersimpan di fasilitasnya sebagai bagian dari cadangan nasional.

Jumlah tersebut menempatkan Prancis sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Brankasnya dirancang menghadapi beragam risiko, mulai dari pencurian, gangguan keamanan, hingga bencana.

Emas itu menjadi aset penting dalam menjaga kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan Prancis.


6. Deutsche Bundesbank

Jerman merupakan negara dengan cadangan emas terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Total kepemilikannya diperkirakan mencapai sekitar 3.350 ton.

Sekitar separuh cadangan tersebut ditempatkan di Frankfurt, sedangkan bagian lainnya disimpan di New York dan London. Penempatan di luar negeri dilakukan untuk memudahkan transaksi sekaligus mendiversifikasi lokasi penyimpanan.

Jerman sebelumnya menjalankan program besar untuk memulangkan ratusan ton emas dari luar negeri ke Frankfurt. Langkah itu menjadi salah satu operasi pemindahan logam mulia terbesar dalam sejarah modern.


7. People's Bank of China

Lokasi fasilitas penyimpanan emas milik China tidak dipublikasikan secara terperinci. Namun, cadangan tersebut dipercaya berada di bawah pengawasan People's Bank of China.

China terus menambah kepemilikan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa. Data World Gold Council pada Juli 2026 menunjukkan cadangan emas resmi China berada di kisaran 2.331 ton atau sekitar sembilan persen dari total cadangannya.

Peningkatan tersebut memperkuat posisi China sebagai salah satu negara pemilik emas terbesar di dunia.

Besarnya cadangan yang tersimpan di berbagai fasilitas itu menunjukkan emas masih memiliki posisi penting dalam sistem keuangan global. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, logam mulia tersebut tetap dipandang sebagai aset pelindung sekaligus sumber kepercayaan bagi bank sentral dan pemerintah.

Share berita ini

dialeksis.com