Gempa Dahsyat Venezuela, Korban Meninggal Naik Jadi 2.595, Ribuan Bangunan Runtuh

DIALEKSIS.COM | Caracas - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela kembali meningkat. Hingga Jumat (3/7/2026), korban tewas tercatat mencapai 2.595 orang atau bertambah 300 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers. Ia menegaskan pemerintah masih melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan yang telah berlangsung lebih dari sepekan sejak bencana terjadi.

Selain korban meninggal, lebih dari 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Pemerintah belum mengumumkan jumlah resmi warga yang masih hilang. Namun, berdasarkan daftar tidak resmi yang beredar luas di internet, sekitar 38.500 orang masih belum ditemukan, turun dibandingkan hampir 60.000 orang pada hari-hari pertama pascagempa.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 yang terjadi beberapa detik sebelum gempa utama berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu pekan lalu. Peristiwa itu menjadi gempa terkuat yang melanda negara tersebut sejak 1900.

Dampak gempa sangat besar, terutama di Caracas dan negara bagian pesisir La Guaira. Ratusan bangunan runtuh, sementara Bandara Internasional Simón Bolívar mengalami kerusakan parah sehingga mengganggu akses utama menuju ibu kota.

Rodríguez menyebut hampir seluruh pejabat pemerintahan di La Guaira meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Pemerintah Venezuela mencatat sekitar 800 bangunan roboh, termasuk 189 bangunan yang hancur total. Sementara itu, analisis citra satelit yang dilakukan peneliti NASA bersama Oregon State University memperkirakan sekitar 58.870 bangunan mengalami kerusakan atau hancur.

Dari sisi ekonomi, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperkirakan kerugian fisik langsung mencapai 6,7 miliar dolar AS atau sekitar 6 persen dari produk domestik bruto Venezuela. Adapun perusahaan pemodelan risiko Verisk memperkirakan total kerugian ekonomi melampaui 10 miliar dolar AS.

Meski demikian, pemerintah menyatakan aktivitas ekspor minyak hanya mengalami gangguan terbatas. Pemeriksaan juga masih dilakukan terhadap terminal bahan bakar Catia La Mar milik perusahaan minyak negara PDVSA yang berada di kawasan terdampak paling parah.

Di tengah upaya penanganan bencana, Amerika Serikat mengirim empat tim pencarian dan penyelamatan yang melibatkan lebih dari 900 personel ke Venezuela. Sekitar 800 personel lainnya disiagakan di pusat-pusat bantuan di kawasan Karibia, Puerto Riko, dan Curaçao.

Pemerintah Amerika Serikat juga menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai 150 juta dolar AS. Selain itu, sejumlah negara seperti Brasil, Meksiko, Kanada, Kuba, dan Swiss turut menyalurkan bantuan di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menanggapi kritik terkait lambannya respons pemerintah, Rodríguez menegaskan pemerintah telah menetapkan status darurat dan mengaktifkan protokol perlindungan sipil hanya beberapa jam setelah gempa terjadi. [ab-cnbc]

Share berita ini

dialeksis.com