Gelombang Panas Eropa Tak Surutkan Minat Wisatawan Asia, Pencarian Liburan Naik 57 Persen

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Meski terjadi perubahan pola cuaca, permintaan perjalanan ke Eropa tetap kuat. Pernyataan itu disampaikan Senior Regional Director Asia Tenggara Trip.com, Edmund Ong, menyusul meningkatnya minat wisatawan Asia berlibur ke Eropa meski benua tersebut tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor.

Data Trip.com menunjukkan volume pencarian destinasi Eropa oleh wisatawan Asia selama musim liburan Juli-Agustus naik 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan itu juga diikuti kenaikan tingkat konversi dari pencarian menjadi pemesanan, menandakan cuaca panas belum mengurangi minat masyarakat untuk berlibur ke Benua Biru.

Menurut Edmund Ong, Prancis, Italia, dan Spanyol masih menjadi tiga destinasi favorit wisatawan Asia pada musim panas tahun ini. Namun, di balik tingginya minat tersebut, mulai terlihat perubahan pola perjalanan, di mana semakin banyak wisatawan memilih menambah waktu liburan di kawasan Eropa Utara yang memiliki suhu lebih sejuk.

Ia menjelaskan, pemesanan penerbangan ke Eropa bagian selatan maupun utara sama-sama meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pemesanan hotel di kawasan Eropa Utara melonjak hingga dua kali lipat, menunjukkan meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap negara-negara Nordik.

Tren tersebut muncul di tengah gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa. Suhu di beberapa negara bahkan menembus 40 derajat Celsius. Italia menetapkan status siaga merah di 25 kota, termasuk Roma dan Milan, sebagai respons terhadap cuaca ekstrem tersebut.

Meski demikian, destinasi di Eropa Selatan tetap menjadi pilihan utama, terutama bagi wisatawan kelas atas. Head of Marketing Lightfoot Travel, Clemmie Spendlove, mengatakan Italia dan Yunani masih menjadi tujuan favorit. Di sisi lain, minat terhadap Skandinavia terus meningkat dalam dua hingga tiga tahun terakhir karena menawarkan iklim yang lebih nyaman serta semakin banyak hotel mewah yang dibuka di kawasan tersebut.

Hal serupa disampaikan Senior Travel Specialist Scott Dunn, Geraleine Yap. Menurutnya, permintaan informasi perjalanan ke Norwegia, Islandia, Finlandia, hingga kawasan Dolomites meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Bahkan, banyak wisatawan Asia, khususnya dari Singapura dan Hong Kong, kini lebih dulu mencari rekomendasi destinasi yang sejuk sebelum menentukan negara tujuan.

Sementara itu, Euromonitor International memperkirakan pengeluaran wisatawan Asia untuk perjalanan ke Norwegia dan Finlandia akan terus meningkat sepanjang 2026. 

Optimisme itu turut diperkuat maskapai penerbangan. Singapore Airlines mencatat tingkat keterisian penumpang rute Eropa mencapai 85,5 persen pada Juni, sedangkan Korean Air menyatakan belum melihat adanya penurunan permintaan maupun pembatalan perjalanan akibat gelombang panas. 

Mayoritas wisatawan tetap melanjutkan rencana liburan karena perjalanan ke Eropa umumnya telah dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya. [cnbc]

Share berita ini

dialeksis.com