China Pamer J-16 "Mode Buas", Jet Tempur Bermuatan Penuh untuk Misi Superioritas Udara

DIALEKSIS.COM | Beijing - China terus memperkuat kemampuan militernya dengan mengembangkan konfigurasi tempur baru untuk jet tempur andalannya, J-16. Pesawat tempur multiperan milik Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) itu kini diperlihatkan dalam konfigurasi "mode buas" atau muatan persenjataan maksimum yang dirancang untuk mendukung patroli jarak jauh dan misi superioritas udara.

Laporan majalah militer Tiongkok Ordnance Science and Technology, yang dikutip South China Morning Post, menyebutkan konfigurasi tersebut menandai peningkatan kemampuan taktis Angkatan Udara China dalam melaksanakan operasi ofensif jarak jauh.

Dalam foto yang beredar luas sejak Mei lalu, J-16 tampak membawa persenjataan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibanding konfigurasi yang sebelumnya diperlihatkan kepada publik.

"Penerbangan J-16 ini menggunakan 10 titik pemasangan senjata eksternal, yang sudah mendekati 'mode buas' muatan ekstrem, membentuk kontras tajam dengan metode muatan terbatas yang ditunjukkan sebelumnya," tulis Ordnance Science and Technology.

Istilah "mode buas" merujuk pada konfigurasi muatan maksimum yang memungkinkan satu pesawat membawa persenjataan sebanyak mungkin untuk meningkatkan daya tempur sekaligus memperpanjang kemampuan bertahan dalam operasi udara. Media pemerintah China juga kerap menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan jet tempur yang diterbangkan dengan kapasitas senjata penuh.

Foto J-16 tersebut pertama kali dipublikasikan oleh otoritas pengawas penerbangan China sebelum kemudian menyebar luas melalui jaringan intelijen sumber terbuka internasional. Platform pertahanan berbasis Malaysia, Defence Security Asia, menyebut gambar tersebut menjadi perhatian komunitas pengamat militer dunia.

Berdasarkan analisis Ordnance Science and Technology, pesawat itu membawa delapan rudal udara-ke-udara jarak menengah PL-15 dan dua rudal udara-ke-udara jarak dekat PL-10 yang digunakan untuk pertempuran jarak dekat.

Konfigurasi tersebut berbeda dengan tampilan J-16 sebelumnya yang umumnya hanya membawa dua rudal PL-15 dan dua rudal PL-10.

J-16 merupakan jet tempur multiperan generasi 4,5 yang dikembangkan China dari desain pesawat tempur Sukhoi Rusia. Pesawat ini mulai dioperasikan oleh PLA sejak 2015 dan memiliki 12 titik pemasangan senjata dengan kapasitas membawa hingga 12 ton persenjataan.

Menariknya, konfigurasi terbaru tersebut tidak memperlihatkan adanya rudal serang darat maupun rudal antikapal. J-16 juga tidak menggunakan tangki bahan bakar eksternal, sehingga seluruh muatan difokuskan untuk operasi pertempuran udara.

"J-16 dalam foto ini tidak membawa rudal serang darat atau anti-kapal, dan juga tidak dilengkapi dengan tangki bahan bakar eksternal. Pesawat ini sepenuhnya untuk pertempuran udara," tulis majalah tersebut.

Analis militer menilai konfigurasi ini menunjukkan fokus China dalam meningkatkan kemampuan penguasaan wilayah udara, sekaligus memperkuat daya gentar terhadap potensi ancaman di kawasan.

Menurut Ordnance Science and Technology, konsep muatan tempur berat seperti ini juga telah lama diterapkan oleh jet tempur Amerika Serikat maupun Rusia dalam berbagai operasi udara, terutama untuk misi superioritas udara ofensif.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa modernisasi kekuatan udara China terus berlanjut, seiring meningkatnya persaingan teknologi dan strategi militer di kawasan Indo-Pasifik.

Share berita ini

dialeksis.com