Api Lahap 3.400 Hektare Hutan di Prancis, 20.000 Warga dan Wisatawan Mengungsi

DIALEKSIS.COM | Paris - Kebakaran hutan besar yang melanda wilayah barat daya Prancis memaksa lebih dari 20.000 penduduk dan wisatawan mengungsi. Kobaran api yang dipicu cuaca panas dan angin kencang terus meluas hingga menghanguskan ribuan hektare hutan pinus.

Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api yang berkobar sekitar 50 kilometer di sebelah barat Kota Bordeaux, Kamis. Operasi pemadaman turut melibatkan ratusan personel polisi dan militer.

Sejak kebakaran terjadi pada Rabu (22/7/2026), pesawat pemadam kebakaran terus melakukan penyiraman dari udara. Berdasarkan keterangan pejabat setempat dan warga, api diduga bermula dari percikan mesin pembersih semak.

Kebakaran pertama kali muncul di Desa Saumos, kemudian merambat menuju kawasan Lege-Cap-Ferret, destinasi wisata yang dikenal dengan bukit pasir, jalur sepeda, serta warung tiram dan menjadi lokasi favorit sejumlah pesohor Prancis.

Api dengan cepat menyebar di tengah hutan pinus yang kering. Hingga kini, sekitar 3.400 hektare hutan telah terbakar. Tiga rumah dan sebuah karavan dilaporkan hangus, namun belum ada laporan korban jiwa.

Pemerintah Prancis juga meminta bantuan kepada Uni Eropa. Sebagai respons, Uni Eropa mengerahkan tiga pesawat pengebom air untuk membantu proses pemadaman.

Wali Kota Lege-Cap-Ferret Philippe de Gonneville mengatakan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam upaya mengendalikan kebakaran.

"Cuaca tidak berpihak kepada kami. Suhu berada di atas 30 derajat Celsius dengan angin yang berubah ke arah timur dan timur laut serta bertiup cukup kencang," ujarnya.

Prancis menghadapi tiga gelombang panas sejak Mei yang memicu cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan sungai mengering, meningkatkan risiko kebakaran hutan, dan telah dikaitkan dengan ribuan kematian.

Pekan ini, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia saat menangani kebakaran lain di dekat Bandara Bordeaux. Serikat petugas pemadam kebakaran menilai keterbatasan sumber daya membuat personel kelelahan menghadapi rentetan kebakaran.

Sebelumnya, awal bulan ini, kebakaran juga menghanguskan sekitar 10 persen kawasan hutan Fontainebleau yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO di dekat Paris. Peristiwa itu tergolong tidak biasa karena terjadi di wilayah utara Prancis.

Pada 2022, kebakaran hutan di Prancis membakar sekitar 30.000 hektare lahan dan memaksa sekitar 50.000 orang mengungsi.

Secara lebih luas, Eropa mengalami tiga gelombang panas berturut-turut pada musim ini. Kondisi tersebut memperparah kekeringan, menekan ketersediaan air, serta membuat vegetasi semakin mudah terbakar sehingga luas kebakaran hutan tahun ini melampaui rata-rata tahunan dalam dua dekade terakhir. Panas ekstrem juga dilaporkan menyebabkan ribuan kematian di berbagai negara. [AFP, reuters/Aljazeera]

Share berita ini

dialeksis.com