3 Tanker Minyak Iran Diserang AS, CENTCOM: Ini Balasan untuk IRGC

DIALEKSIS.COM | AS - Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang tiga kapal tanker pengangkut minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9/2026) setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS.

CENTCOM menyatakan dua kapal tanker dilumpuhkan secara permanen, masing-masing di lepas pantai Pulau Kharg dan dekat Jask. Sementara satu tanker lainnya diserang di Teluk Oman.

Menurut CENTCOM, rudal IRGC sebelumnya diarahkan ke sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali AS yang sedang berpatroli di kawasan tersebut. Kedua kapal perang berhasil menghindari serangan dan tidak ada personel AS yang terluka.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan serangan terhadap kapal tanker merupakan respons atas tindakan IRGC. Ia menegaskan AS akan terus membela personelnya dan siap memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga memperingatkan Iran melalui unggahan di X. Ia menyatakan bahwa serangan terhadap kapal AS akan dibalas dengan penghancuran kapal tanker minyak Iran.

Belum ada tanggapan dari pemerintah Iran terkait serangan tersebut.

Serangan ini terjadi ketika ekspor minyak Iran terganggu akibat blokade AS. Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC dan sebelumnya menyalurkan sekitar 90 persen ekspor minyak mentahnya melalui Pulau Kharg.

Konflik AS-Iran juga berdampak pada Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pasokan minyak dunia.

Sehari sebelum serangan, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap bank investasi asal Turki, Golden Global Yatirim Bankasi, serta dua anak perusahaannya. AS menuding lembaga tersebut membantu jaringan Iran memindahkan pendapatan minyak dari China ke Turki.

Sanksi tersebut merupakan bagian dari "Operation Economic Outcast", strategi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menekan dan mengisolasi Iran melalui langkah-langkah ekonomi. [cnbc]

Share berita ini

dialeksis.com