Hujan Lebat Kepung Aceh Pagi Ini, BMKG Ingatkan Petir dan Angin Kencang

DIALEKSIS.COM | Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Aceh, Kamis (3/9/2026) pagi. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Peringatan dini tersebut dikeluarkan pada pukul 05.42 WIB. Kondisi cuaca buruk diprakirakan mulai terjadi pukul 05.52 WIB dan berlangsung hingga pukul 09.13 WIB.

Wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan meliputi Kecamatan Bakongan, Kluet Selatan, Trumon, dan Bakongan Timur di Kabupaten Aceh Selatan serta Kecamatan Birem Bayeun di Aceh Timur.

Di Kabupaten Aceh Besar, potensi hujan lebat mencakup Kecamatan Lhoong, Lhoknga, Indrapuri, Sukamakmur, Darul Imarah, Peukan Bada, Pulo Aceh, Simpang Tiga, Darul Kamal, dan Leupung.

Sementara di Kabupaten Aceh Singkil, cuaca buruk diprakirakan melanda Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Kuala Baru, dan Pulau Banyak Barat.

Peringatan serupa juga berlaku untuk sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, meliputi Kecamatan Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, Seruway, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, Rantau, Banda Mulia, Bandar Pusaka, dan Sekerak.

Di Kota Banda Aceh, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, dan Jaya Baru.

Adapun di Kota Sabang, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya. Seluruh kecamatan di Kota Langsa, yakni Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Baro, juga masuk dalam cakupan peringatan.

BMKG memperkirakan pertumbuhan awan hujan dapat meluas ke Kecamatan Montasik, Ingin Jaya, Kota Jantho, Kota Cot Glie, dan Kuta Malaka di Aceh Besar. Perluasan juga berpotensi menjangkau Kecamatan Sampoiniet, Jaya, dan Indra Jaya di Kabupaten Aceh Jaya serta daerah di sekitarnya.

Secara umum, BMKG menempatkan Aceh dalam kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat pada 3 September 2026.

Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation secara spasial di Aceh. Belokan angin, daerah konvergensi, serta hangatnya suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatra turut meningkatkan kandungan uap air dan mendukung pembentukan awan hujan.

Menyikapi prakiraan tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem.

Imbauan itu disampaikan Mualem saat bertemu Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Ketua DPRA Zulfadhli di ruang kerjanya, Banda Aceh, Rabu (2/9/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas penguatan mitigasi serta kesiapan menghadapi potensi bencana.

Mualem menekankan agar langkah pencegahan tidak baru dilakukan setelah bencana terjadi. Koordinasi Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta instansi kebencanaan harus diperkuat untuk memastikan respons cepat dan keselamatan masyarakat.

Masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan banjir, longsor, pohon tumbang, dan angin kencang, diimbau meningkatkan kewaspadaan. Pengendara juga diminta berhati-hati karena hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang serta membuat jalan licin dan rawan genangan.

Warga disarankan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG dan menghindari berlindung di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rentan roboh ketika hujan disertai angin kencang. [*]

Share berita ini

dialeksis.com