DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Empat remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di Pantai Ujung Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Dua korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026), sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan keempat korban merupakan warga Ujung Batee.
“Ada empat remaja dilaporkan hilang saat mandi di Pantai Ujung Batee. Dua di antaranya ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian,” kata Ibnu Harris, dikutip dari Antara.
Keempat korban masing-masing Muhammad Khalil (15), Salamuddin (15), Muhidin (15), dan Muhammad Abrar (14).
Ibnu menyebutkan, dua korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Muhammad Abrar dan Muhidin. Abrar ditemukan sekitar pukul 13.45 WIB, sedangkan Muhidin ditemukan pada pukul 16.15 WIB.
Keduanya ditemukan sekitar satu mil laut dari lokasi terakhir terlihat. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Basarnas Banda Aceh menerima laporan mengenai hilangnya empat remaja tersebut pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Lokasi kejadian berjarak sekitar 18 kilometer atau sekitar 20 menit perjalanan dari Kantor Basarnas Banda Aceh.
Tim SAR sempat melakukan pencarian pada hari pertama. Namun, operasi dihentikan sementara karena kondisi sudah malam dan jarak pandang terbatas.
Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua kelompok. Satu tim melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu karet hingga radius satu mil laut dari titik terakhir korban terlihat.
Sementara tim lainnya menyisir sepanjang bibir pantai. Pencarian turut dilakukan menggunakan drone hingga radius satu kilometer dari lokasi kejadian.
Pencarian terhadap Muhammad Khalil dan Salamuddin dilanjutkan pada Minggu (2/8/2026). Operasi difokuskan di kawasan perairan menggunakan perahu karet serta penyisiran di sepanjang pantai.
Selain Basarnas Banda Aceh, operasi pencarian melibatkan personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Share berita ini