Ketua IBI Aceh Sebut Pencegahan Anemia Ibu Hamil Gencar Dilakukan Sejak Lama

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Aceh, Elfira Wahyuni mengatakan, pencegahan anemia pada ibu hamil sudah digencar dilakukan sejak lama sebelum maraknya peristiwa angka stunting di Aceh.  

Namun, kata dia, pencegahan yang dilakukan hanya sebatas pemberian zat besi kepada ibu hamil. Terkadang belum dianalisis obat itu apakah sesuai dengan kebutuhan ibu hamil, apalagi aturan konsumsi zat besi itu hanya diterapkan 90 tablet zat besi (Fe) selama kehamilan.

Tablet zat besi (Fe) merupakan tablet mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Unsur Fe merupakan unsur paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah didapatkan dari makanan.

"Namun sekarang untuk mencegah anemia ini, pemberian Fe ini diberikan saat sebelum hamil bisa dari kelompok remaja putri. Hal itu mengingat untuk pencegahan sedini mungkin, makanya pemberian Fe itu diberikan sebelum hamil," jelasnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Kamis (10/11/2022).

Diketahui anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis tersebut berbeda pada setiap orang, dimana dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan.

Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. Sedangkan center of disease control and prevention mendefinisikan anemia sebagai kondisi dengan kadar Hb <11 g/dL para trimester pertama dan ketiga, Hb <10,5 g/dL pada trimester kedua, serta <10 g/dL pada pasca persalinan.


Data Kemenkes RI tahun 2019 menyebutkan, kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Kondisi ini menunjukkan angka mendekati masalah kesehatan masyarakat berat (severe public health problem) dengan batas prevalensi anemia lebih dari 40%.

Untuk itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh sudah mendistribusikan tablet tambah darah (TTD) ke seluruh kabupaten/kota se-Aceh sebagai salah satu upaya pencegahan anemia bagi kelompok risiko, seperti remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui).

Elfira menjelaskan, bentuk pencegahan anemia pada ibu hamil dapat mulai dilakukan dengan mengatur pola makan menjadi lebih baik.

Seperti, mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi. Dosisnya berdasarkan instruksi dari dokter, tetapi umumnya dianjurkan 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, memakan makanan yang kaya akan asam folat, mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah dan sayur yang segar.

Menurutnya, upaya pencegahan anemia pada ibu hamil adalah salah satu langkah memiliki kehamilan yang sehat. Akan tetapi, jika masih khawatir sekalipun telah menjalankan pola makan yang sehat dan mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Ia mengajak ibu hamil agar rutin mengkonsumsi tablet penambah darah sebagai upaya untuk mencegah anemia.

Selain itu, kata dia, sosialisasi terkait pencegahan anemia juga sudah maksimal dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, dengan turun langsung ke desa dan juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas.

Sementara itu, kata dia, untuk ibu menyusui juga tidak boleh luput dari pemberian tablet zat besi yang maksimal, mestinya itu diberikan sehingga programnya itu dimulai dari sebelum hamil bahkan setelah hamil, pihaknya selalu memantau si ibu untuk konsumsi tablet besi.

Kemudian, lanjutnya, peran keluarga juga dibutuhkan dalam menangani penyakit anemia. Pastinya pihak keluarga juga tidak menginginkan keluarganya menderita anemia. Bagi pihak keluarga perlu informasi yang akurat, setiap saat diberikan informasi sehingga dia mempunyai pengetahuan bahwa sangat penting untuk mengonsumsi tamblet tambah darah, sehingga pergeseran pola konsumsi Fe itu di kalangan ibu-ibu mulai muncul karena seiring dengan informasi yang terus menerus diberikan.(Adv)


Share berita ini

dialeksis.com