Ketua IBI Aceh Sebut Pencegahan Anemia Harus Dimulai Sejak Remaja

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja.

Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya.

Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya. Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Aceh, Elfira Wahyuni mengatakan, pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja. Jika tidak, dari remaja putri yang menderita anemia berisiko menjadi wanita usia subur yang anemia selanjutnya menjadi ibu hamil anemia, bahkan juga mengalami kurang energi protein. Ini meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting (gizi buruk), komplikasi saat melahirkan serta beberapa risiko terkait kehamilan lainnya. 

"Makanya sekarang sudah ada program pemerintah yang mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri, karena anemia ini harus ditangani sedini mungkin," kata Elfira saat diwawancarai Dialeksis.com, Kamis (10/11/2022). 


Menurutnya, upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu.

Elfira selaku bidan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, maka ia tidak bosan-bosan untuk selalu memberikan informasi bahkan langsung mengevaluasinya langsung. 

Apabila kondisi anemia terus berlanjut tanpa perawatan, ada beberapa potensi bahaya yang meliputi, gangguan perkembangan pada anak, mudah terinfeksi, kelelahan yang berat dan berkepanjangan, gangguan dalam kehamilan, gangguan jantung, depresi, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Untuk itu, kata Elfira, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk membantu mendeteksi suatu penyakit sejak dini sehingga penyakit tersebut dapat dicegah dan mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat sebelum penyakit datang menyerang.


Pemberian TTD Pada Remaja Putri, Upaya Cegah Stunting Sejak Dini

Kelompok Remaja Putri merupakan salah satu dari fokus upaya pencegahan stunting di Aceh. Selain kelompok ibu hamil dan balita.

Remaja putri merupakan salah satu dari Kelompok sasaran yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan untuk mencegah anak lahir Stunting. Pada remaja putri ini yang menjadi program prioritas adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) dan rutin screening anemia. Pemberian TTD ini harus diberikan pada semua remaja putri, tingkat SMP dan SMA diseluruh Aceh selama 52 minggu dalam setahun.

"Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya, selama 52 Minggu dalam setahun", ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif saat memberikan arahan kepada Kadinkes dan Penanggung Jawab Program Gizi dari 23 Kabupaten/Kota pada pertemuan Penguatan Surveillans Gizi Melalui e-PPGBM di Provinsi, yang berlangsung di Aula Bapelkes Aceh, Senin (15/8/2022). [ADV]

Share berita ini

dialeksis.com