Kepsek SMKN 3 Banda Aceh: Pemberian TTD Berhasil Dilakukan pada 882 Siswi

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh meluncurkan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) dalam upaya mempercepat penanganan stunting dan capaian sejumlah imunisasi di provinsi setempat.

Program GISA ini merupakan upaya konkret dari Pemerintah Aceh untuk meningkatkan capaian imunisasi anak sekaligus sebuah upaya untuk menurunkan angka kasus prevelensi stunting di Aceh, yang bertujuan untuk menciptakan generasi Aceh yang lebih baik serta siap menjadi penerus masa depan menuju generasi emas tahun 2045.

Merujuk pada data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, Aceh merupakan salah satu daerah dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Sebagaimana diketahui, stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak mencukupi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Hal ini dilakukan secara berkolaborasi dengan semua pihak, target 14 persen pada tahun 2024 sesuai Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dapat terwujud.

GISA ini sendiri ditujukan untuk remaja putri, ibu hamil, dan balita dengan berbagai intervensi spesifik. Pada remaja putri, ada dua intervensi, yaitu pemberian tablet tambah darah (TTD) yang dilaksanakan setiap minggunya di sekolah, dan skrining anemia.  

Ibu hamil ada tiga intervensi, yakni pemeriksaan kehamilan (pelaksanaan antenatal care sebanyak enam kali, dimana dua kalinya dengan dokter dan pemeriksaan USG), pemberian TTD minimal 90 butir selama kehamilan, dan pemberian makanan tambahan bagi Ibu KEK. 

Kemudian untuk balita yakni pemantauan tumbuh kembang, ASI Eksklusif, pemberian makanan tambahan protein hewani bagi baduta, tata laksana balita dengan masalah gizi dan imunisasi.


Dengan demikian, Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 3 Banda Aceh Sufriani mengatakan, salah satu program GISA yang dilakukan adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) selama 52 minggu setiap hari Senin kepada para siswsi. SMKN 3 Banda Aceh diberikan tablet tersebut khusus untuk siswi dengan jumlah 882.

TTD ini digunakan untuk pencegahan anemia, juga akan menjadi benteng untuk kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, tablet tersebut berfungsi jika kelak ia menikah, maka akan terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan atau ketidaknormalan pada saat ia memiliki bayinya.

Sufriani juga menyampaikan, tablet tersebut disupport dan diantar langsung setiap hari Senin oleh puskesmas terdekat secara gratis. 

"Ini untuk mencegah siswi perempuan mengalami anemia, hingga nantinya menjadi ibu juga terhindar dari anemia sehingga dapat menghindari stunting pada anak-anaknya kelak," ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Sabtu (5/11/2022).

Hingga saat ini, upaya yang digalakkan adalah terus memberi pemantapan pada siswi pentingnya tablet tersebut. Ia berharap insyaAllah tidak ada lagi julukan gizi buruk untuk anak-anak Aceh. Pihak sekolah terus sosialisasi, tapi kembali lagi pada anak mungkin di hari Senin pada saat pemberian tablet ia tidak datang.

"Kami memberi pengertian tablet ini tidak bahaya dan manfaatnya, seperti tidak mengantuk dan mudah lelah," ujarnya lagi.

Kepala SMKN 3 Banda Aceh juga menyebutkan sampai saat ini belum ada kendala, para siswi bersedia minum tablet tersebut, walaupun baunya menyengat.

"Saya berharap dengan adanya program GISA yang baik ini, Semoga pemuda-pemudi Aceh selalu sehat dan tidak ada ladi yang namanya anemia, stunting hingga gizi buruk," pungkasnya. [ADV]

Share berita ini

dialeksis.com