Kepala Puskesmas Kuta Alam Rutin Pantau Bumil dan Remaja Putri Konsumsi TTD

DIALEKSIS.COM | Aceh - Kepala Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh, drg Lia Silvianty terus mengimbau ibu hamil dan remaja putri untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang sudah diberikan oleh petugas Posyandu.  

Menurut amatannya, hanya sebagian dari Remaja putri dan Bumil di Kecamatan Kuta Alam yang konsumsi tablet Fe itu. Padahal petugas kesehatan sudah memberikan rutin kepada remaja putri dan bumil pentingnya konsumsi tablet tersebut.

"Remaja putri harus mengkonsumsi TTD selama 52 minggu dan Bumil 90 tablet selama kehamilan untuk mencegah Anemia," kata drg Lia saat diwawancarai Dialeksis.com, Selasa (22/11/2022).

Lebih lanjut, kata Lia, untuk memastikan semua ibu hamil dan remaja putri mengonsumsi TTD, pihak Puskesmas gencar melakukan sosialisasi kepada remaja putri dan bumil tentang pentingnya TTD.

Kemudian, lanjutnya, meminta pihak sekolah langsung mengontrol siswi untuk konsumsi langsung TTD selama 52 minggu di sekolah. Selain itu, ikut berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk meningkatkan cakupan TTD di wilayah kerja Puskesmas.

Diketahui anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis tersebut berbeda pada setiap orang, dimana dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan.


Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja.

Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya.

Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya.

Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan. Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu.

Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. Sedangkan center of disease control and prevention mendefinisikan anemia sebagai kondisi dengan kadar Hb <11 g/dL para trimester pertama dan ketiga, Hb <10,5 g/dL pada trimester kedua, serta <10 g/dL pada pasca persalinan.

Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9 persen (menurut Kemenkes RI tahun 2019). Kondisi ini mengatakan bahwa anemia cukup tinggi di Indonesia dan menunjukkan angka mendekati masalah kesehatan masyarakat berat dengan batas prevalensi anemia lebih dari 40% (Kemenkes RI, 2013). [ADV]


Share berita ini

dialeksis.com