Kader Posyandu di Lambaroskep Banda Aceh Rutin Ingatkan Ibu Hamil Cegah Anemia

DIALEKSIS.COM | Aceh - Kader Posyandu di Gampong Lambaroskep, Banda Aceh, Andawiyah mengatakan, seluruh ibu hamil di bawah naungannya sudah mengonsumsi tablet tambah darah yang diberikan petugas Posyandu. 

“Setiap sebulan sekali kita adakan Posyandu, untuk ibu hamil, remaja putri dan ibu menyusui kita minta untuk datang untuk dicek kesehatannya,” jelasnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Kamis (17/11/2022). 

Ia menjelaskan, pemberian tablet tambah darah itu sebagai upaya pencegahan dari penyakit anemia yang mengintai ibu hamil. Bahkan, saat ini pemerintah memulai pencegahan anemia langsung sedari masih sebelum hamil, yakni kepada kelompok remaja putri. 

“Pencegahan itu perlu dilakukan sedini mungkin, agar ketika mulai mengandung tubuh si ibu sudah kebal dari penyakit,” ucapnya. 

Program pemberian tablet tambah darah menyasar ke sekolah-sekolah menengah atas. Petugas kesehatan rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada remaja putri agar sama-sama mau berikhtiar dari penyakit anemia. 

“Kalau yang di Gampong Lambaroskep ini remaja putri juga kita imbau untuk ke Posyandu dan didampingi oleh orangtua,” terangnya. 


Dewi menjelaskan, pemeriksaan terhadap Ibu hamil tidak hanya dilakukan oleh Bidan, tetapi pihaknya juga mendatangkan dokter kandungan untuk mengecek kondisi kehamilan. 

“Nah, untuk ibu hamil yang tidak datang ke Posyandu kami petugas yang melakukan kunjungan langsung ke rumah si ibu untuk mendata seputar informasi kehamilannya,” terangnya. 

Diketahui, anemia merupakan masalah kesehatan yang bakal berbahaya bagi wanita terutama pada saat kehamilan. Anemia dapat mengakibatkan produktivitas menurun. Pada ibu hamil, anemia berpotensi membuat janin tidak tumbuh dengan baik, melahirkan anak yang premature atau BBLR yang di masa mendatang dapat berpotensi anak tumbuh stunting.

Sebagai salah satu bentuk pencegahan penyakit anemia, pemerintah sudah memberikan tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri. 


Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif juga mengatakan pada ibu hamil minimal harus mengkonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama kehamilan. 

Angka 90 tablet itu adalah jumlah minimal, lebih baik itu jika setiap hari selama kehamilan bumilnya rutin minum TTD. Sedangkan pada ibu hamil anemia dan bumil KEK, maka konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) nya harus 2 tablet sekali minum.

Seseorang yang terkena anemia dapat berdampak luas. Adapun siklusnya dimulai dari remaja putri yang menderita anemia berisiko menjadi wanita usia subur yang anemia selanjutnya menjadi ibu hamil anemia, bahkan juga mengalami kurang energi protein. Ini meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting (gizi buruk), komplikasi saat melahirkan serta beberapa risiko terkait kehamilan lainnya. [ADV]

Share berita ini

dialeksis.com