DIALEKSIS.COM | Langsa - Pengalaman luar biasa menjadi sosok ibu yang baru memiliki anak pertama menjadi momen paling berharga, terutama ketika masih bayi, ibunya memberikan Air Susu Ibu (ASI).
Momen berharga itu dialami oleh salah satu ibu di Kota Langsa bernama Cut Adinda yang baru saja melahirkan beberapa bulan terakhir. Dinda menceritakan, tentunya banyak sekali yang perlu diperhatikan ketika merawat si buah hati.
“Pertama dari sejak masa kehamilan, mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan ketika Ezhan (nama anaknya_Red), dari popoknya, bajunya, kain selimut, bantal dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti minyak telon, sabun dan banyak lagi,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Jumat (25/11/2022).
Lanjutnya, ia mengatakan, bahwa anaknya diberi ASI. “Hal yang penting dilakukan ketika sedang menyusui kebutuhan ASI harus cukup, kadang dilakukan pengosongan ASI, saat ASI dikeluarkan, maka ASI nanti akan diproduksi lagi. Palingan untuk memperlancar ASI, konsumsi suplemen,” ujarnya.
Dinda juga mengungkapkan karena ini merupakan momen pertamanya menjadi ibu, ia selalu berdiskusi dengan orang tua dan berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan dirinya selama hamil hingga melahirkan.
Selama hamil, ia juga rutin memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan dan rutin minum suplemen tablet tambah darah dari tenaga kesehatan untuk menjaga dirinya tidak terkena anemia.
“Seperti kita ketahuilah, kalau kita anemia saat hamil akan berbahaya bagi diri sendiri dan bayi kita. Misalnya, bayi dapat lahir prematur, berat badan bayi saat lahir rendah, bahkan ibu bisa mengalami depresi usai melahirkan,” jelasnya.
Informasi tersebut, kata cut, diberikan saat ia memeriksakan kehamilannya. Dan tenaga kesehatan dan dokter juga selalu mengimbaunya untuk menjaga asupan gizi dan mengonsumsi makanan secara seimbang.
“Alhamdulillah, selama hamil dan menyusui, makanannya tidak ada pantangan. Hanya saja harus menghindari makanan yang tidak sehat. Baiknya konsumsi makanan yang dimasak sendiri pada umumnya, apapun yang dimasak dirumah dan juga tambahan paling air tahu atau kacang-kacangan,” tuturnya.
Dokter juga menganjurkannya untuk memperhatikan jenis makanan yang mengandung zat besi dan asam folat, seperti daging, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan juga banyak mengonsumsi buah. Hal itu dilakukan agar ibu menyusui terhindar dari anemia yang juga dapat mengakibatkan penurunan produksi ASI.
“Alhamdulillah, biasanya kalau makanan lebih sering masak sendiri, dan paling menghindar makanan yang bergas, makanan instan, atau yang tidak sehat,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan peran suaminya yang selalu mengingatkan makan makanan yang sehat dan tidak lupa menyemangatinya untuk mengkonsumsi vitamin dan suplemen yang dibutuhkan selama menyusui agar ASI tetap banyak.
“Suami merupakan ujung tombak penyemangat ketika masa kehamilan, hingga masa bersalin. Alhamdulillah, sesibuk apapun suami pasti sempetin nelpon saya hanya sekedar tanya bagaimana kondisinya, kemudian, biasa antar makanan kesukaan, dan terus menemani juga ketika periksa kandungan sampai bersalin juga terus ditemani hingga sekarang,” ucapnya.
“Yang paling itu komunikasi harus terus dijaga, antar suami dan istri. Itu kuncinya,” pungkas Cut Adinda.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh sedang gencar sosialisasi program penurunan angka stunting melalui intervensi spesifik dengan memberikan tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil.
Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif mengajak ibu hamil agar rutin mengkonsumsi tablet penambah darah sebagai upaya untuk mencegah anemia, minimal 90 tablet selama kehamilan.
"Salah satu pencegahan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan rutin mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) yang sudah kita distribusikan ke kabupaten/kota se-Aceh," jelasnya. [ADV]
Share berita ini