dr Mutia: Cegah Anemia Saat Hamil Sebenarnya Sederhana dan Mudah Dilakukan

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh, dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp.GK mengatakan sebenarnya pemerintah sudah ada upaya dalam mengatasi anemia kepada ibu hamil. Di Indonesia masih cukup tinggi anemia dalam masyarakat. Remaja putri, ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok rentan yang mudah terjadi anemia.

"Ini menjadi suatu masalah besar karena lebih dari 25 persen terjadi anemia pada wanita yang usia subur terutama di remaja putri, makanya pemerintah itu sudah ada usaha untuk menurunkan angka anemia pada keseluruhan untuk memberikan suplementasi zat besi bukan hanya pada wanita yang usia subur  dan ibu hamil, tapi remaja putri juga jadi sasaran," kata dr Mutia kepada Dialeksis.com, Senin (28/11/2022).

dr Mutia menambahkan para remaja putri diberikan suplementasi tablet penambahan darah untuk zat besi dan asam folat dan itu diberikan satu minggu sekali selama setahun dan dalam selama setahun remaja putri mendapatkan 52 tablet artinya dia diberikan satu minggu satu tablet.

Kalau untuk ibu hamil itu diberikan minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Jadi tablet tambah darah itu bisa didapatkan secara gratis kalau ibu hamilnya kontrol ke posyandu dan puskesmas.

"Itu pasti bidan akan kasih tablet penambah darah. Cuma ibu hamilnya harus juga kita edukasi lebih mendalam lagi mengenai suplemen penambah darah ini, sehingga ia akan rutin meminumnya," ujarnya.

dr Mutia mengatakan bahwa cara mencegah anemia saat hamil penting untuk diketahui. Pasalnya, anemia cukup sering terjadi pada ibu hamil, serta berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin.

"Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal," kata dr Mutia.


dr Mutia menambahkan mencegah anemia saat hamil sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Menurutnya, Anemia pada kehamilan umumnya terjadi karena ada ketidakseimbangan antara tingkat kebutuhan dan asupan nutrisi untuk membentuk sel darah merah.

"Solusinya yang utama itu ibu hamil itu harus cukup asupan nutrisinya selain suplementasi tablet zat darah tadi, dia juga harus dipastikan bahwa asupan zat besinya itu cukup yang dapat diperoleh jika asupan makanannya sehat dan memenuhi gizi seimbang," jelasnya.

dr Mutia mengatakan bahwa asupan zat besi bagi ibu hamil itu harus baik dan sesuai dengan asupan nutrisinya. Dalam hal ini, kebutuhan energinya cukup dan kebutuhan proteinnya harus cukup dikarenakan kebutuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil.

"Karena dia butuh tambahan protein 20 gram sehari maka itu dia harus mencukupi untuk mencegah supaya tidak terjadi anemia," ujarnya.

Kemudian bagi ibu hamil disarankan juga mengosumsi buah-buahan yang tinggi vitamin C dan tidak disarankan bagi ibu hamil minum kopi dan teh karena ini dapat menghambat penyerapan zat besi.

"Zat besi ada pada makanan misalnya hati ayam, daging merah, sumber protein lainnya seperti telur itu harus ada di dalam piring makan ibu hamil. Terus disarankan untuk mengonsumsi buah yang tinggi vitamin C supaya zat besi dari makan itu bisa terserap dengan baik dan tidak disarankan ibu hamil itu makan dan minum dengan teh atau kopi karena itu bisa menghambat penyerapan zat besi," pungkasnya. [ADV]

Share berita ini

dialeksis.com