DIALEKSIS.COM | Aceh - Anemia merupakan masalah utama pada wanita hamil dan menyusui. Hal tersebut berkaitan dengan defisiensi asupan mikronutrien seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Anemia pada ibu dapat berhubungan dengan pola asuh ibu, kualitas, dan kuantitas ASI yang akan berpengaruh pada status gizi bayi.
Anemia pada ibu hamil dapat memperburuk perjalanan kehamilan dan mempersulit persalinan. Salah satu faktor resiko terjadinya anemia pada ibu hamil adalah kurangnya kepatuhan akan konsumsi tablet Fe yang telah disalurkan secara gratis melalui puskesmas.
Pada tahun 2020 capaian pembagian tablet Fe sendiri memiliki perbedaan yang cukup senjang antara Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik ibu hamil seperti tingkat pendidikan yang lebih tinggi pada ibu hamil di Kota Banda Aceh dibandingkan Kabupaten Aceh Besar.
Kemudian Dialeksis.com mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh Nyak Saffanah dkk. terkait "Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di Puskesmas Aceh Tahun 2022". Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar sebanyak 15.326 ibu hamil.
Sampel penelitian ini sebanyak 110 ibu hamil dan hasil analisa univariat menunjukkan mayoritas ibu hamil di Puskesmas Kota Banda Aceh memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 29 (52,7%) responden, sedangkan ibu hamil di Kabupaten Aceh Besar memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 47 (85,5%) responden. Maka disarankan untuk dilakukan pengembangan intervensi promotif seperti penyuluhan tentang pentingnya konsumsi tablet Fe menyesuaikan dengan karakteristik ibu hamil untuk meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap konsumsi tablet Fe.
Dalam hal ini, Akademisi Fakultas Kedokteran USK sekaligus Direktur Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Syiah Kuala (USK), dr. Iflan Nauval, M.ScIH, Sp.GK (K), Sp.KKLP, AIFO-K merespon terkait hal diatas. Dirinya mengatakan, ibu menyusui terkena anemia, pertama karena siklus bulanan (haid), kurangnya stok zat besi di dalam tubuh ibu karena makanan yang dikonsumsi tidak bergizi akan tubuhnya.
Lanjutnya, beda dengan orang dulu dikasih yang hijau dan yang segar-segar karena zat besi di dalamnya banyak, apalagi ibu-ibu yang baru siap melahirkan atau bergadang karena menjaga bayinya, ini juga menghambat pembentukan hemoglobin (hb) pada ibu.
Agar si ibu menghindari anemia atau penyakit lainnya, edukasi sejak dini sangat diperlukan hingga ia menjadi seorang ibu.
"Ia harus menjaga asupan gizinya agar tetap seimbang dan asinya lancar," ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Minggu (30/10/2022).
Ia juga menambahkan, sejauh ini kesadaran pemerintah tentu dalam pelaksanaannya bahwa Kementrian Kesehatan selalu menyediakan tablet tambah darah pada calon pengantin atau ibu hamil muda.
Sekarang juga banyak LSM atau komunitas ibu-ibu yang berkembang untuk menggalakkan ASI ekslusif dini, reproduksi remaja, kesehatan keluarga, dan sejenisnya.
Sementara itu, RS USK melaksanakan Program Nasional (Prognas) terkait dengan penanganan menutrisi stunting, juga terkait dengan nutrisi ibu-ibu hamil.
"Kita sering turun ke lapangan bersama dokter speasialis anak, bidan, dan gizi untuk memberikan penyuluhan untuk masyarakat sekaligus scrining apabila ditemukan kasus yang tidak tertangani di lapangan untuk dibawa ke RS," tutupnya. [ADV]
Share berita ini