DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati, SKM, MPH mengatakan Anemia adalah suatu kondisi penurunan hemoglobin atau kurang darah. Pada ibu menyusui, anemia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti sering lemas atau lelah, merasa pusing.
"Untuk pencegahan kita sudah memberikan tablet penambah darah dari masa remaja sampai ibu hamil dan ibu menyusui. Saat ini persentasenya sudah 88 persen untuk Kabupaten Aceh Besar," kata Neli, Kamis (1/12/2022).
Neli menambahkan bahwa tujuan diberikan tablet penambah darah ini dalam rangka mencegah anemia sejak dini, sehingga tidak ada bayi yang beresiko stunting nantinya.
"Jadi langkah penanganan yang kita lakukan itu, kita sudah memberikan tablet penambah darah yang telah kita lakukan sejak mulai bulan Februari kemarin," ujarnya.
Neli menerangkan, anemia merupakan salah satu penyakit yang mana kekurangan hemoglobin darah merah, dimana darah merah ini berfungsi untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.
"Jadi jika terkena anemia pada ibu hamil dan ibu menyusui pasti akan menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan janin atau bayinya," ujarnya.
Dalam hal ini, tambahnya, ibu menyusui yang terkena anemia pasti tubuhnya akan lemas dan berdampak ketika menyapih anaknya.
"Jadinya kualitas ASI ibu menyusui yang kena anemia akan kurang bagus," ujarnya.
Neli menyarankan kepada ibu menyusui agar mendapatkan tablet penambah darah dan mengonsumsi makanan yang bergizi terutama yang banyak mengandung zat besi seperti sayuran hijau, telur, hati, dan daging.
"Kita sarankan agar memperoleh tablet zat besi di puskesmas," ujarnya.
Neli menjelaskan, tablet tambah darah yang sudah diberikan pada ibu hamil dan ibu menyusui ini perlu dukungan dari keluarga dan masyarakat, jangan sampai tablet yang telah diberikan Itu tidak diminum.
"Umumnya, habis minum tablet itu sering terjadi rasa mual, makanya dianjurkan minum tablet itu pada malam hari biar efeknya itu tidak terasa," pungkasnya.
Diketahui, anemia merupakan masalah kesehatan yang bakal berbahaya bagi wanita terutama pada saat kehamilan. Anemia dapat mengakibatkan produktivitas menurun. Pada ibu hamil, anemia berpotensi membuat janin tidak tumbuh dengan baik, melahirkan anak yang premature atau BBLR yang di masa mendatang dapat berpotensi anak tumbuh stunting.
Sebagai salah satu bentuk pencegahan penyakit anemia, pemerintah sudah memberikan tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif juga mengatakan pada ibu hamil minimal harus mengkonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama kehamilan.
"Angka 90 tablet itu adalah jumlah minimal, lebih baik itu jika setiap hari selama kehamilan bumilnya rutin minum TTD. Sedangkan pada ibu hamil anemia dan bumil KEK, maka konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) nya harus 2 tablet sekali minum," tutur dr Hanif. [ADV]
Share berita ini