DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ibu hamil yang anemia, bahkan juga mengalami kurang energi protein dapat meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting, komplikasi saat melahirkan serta beberapa risiko terkait kehamilan lainnya.
Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Aceh, dr. Niken Asri Utami, Sp. OG (K) - KFM, IBCLC mengatakan bahwa kegiatan menyusui itu kegiatan mempersiapkan generasi yang akan datang. Banyak proses yang harus dijalankan calon ibu agar bayi yang dikandung sehat. Menjaga pola makanan merupakan salah salah cara efektif menjaga kesehatan.
"Ini dimulainya bukan waktu habis melahirkan ya tapi jauh sebelum hamil. Remaja pun, ibu calon pengantin itu sudah harus tersuplementasi zat besi agar tidak anemia," kata dr. Niken, Minggu (27/11/2022).
Dr. Niken mengimbau kepada ibu hamil agar asupan gizi saat hamil harus mencukupi dan mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat. Tidak hanya untuk mencegah anemia, tapi memang untuk kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.
"Bagi ibu hamil status gizinya harus baik agar tidak anemia dan harus dicegah sejak masa gadis jadi otomatis perbaikan gizi itu harus diperhatikan sejak sebelum menikah," ujarnya.
dr. Niken menambahkan, ketika menikah kemudian hamil, isi piringku itu harus memenuhi standar gizi sehingga ibu hamil tidak anemia yang akhirnya melahirkan bayi sehat.
“Minimal untuk pemeriksaan antenatal care itu 6 kali. Di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas sebanyak 4 kali dan 2 kali di dokter,” ujarnya.
Ia menyampaikan, biasanya saat di Puskesmas, ibu hamil akan diberi Buku KIA atau sering disebut Buku Pink yang disana tercantum berbagai pesan-pesan kesehatan, baik untuk ibu hamil, ibu nifas dan balita.
“Pada ibu hamil minimal harus mengonsumsi 90 tablet tambah darah selama kehamilan dan biasanya tenaga kesehatan akan memberikannya saat pemeriksaan awal kehamilan sebagai bentuk pencegahan anemia,” tutur dr Niken.
"Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk membantu mendeteksi suatu penyakit sejak dini sehingga penyakit tersebut dapat dicegah dan mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang," pungkasnya. [ADV]
Share berita ini