DIALEKSIS.COM | Aceh - Aksi Bergizi yang terus gencar disosialisasikan harapannya menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk secara sadar menerapkan pola hidup sehat, khususnya remaja putri.
Hendra Lesmana selaku Koordinator Divisi KPP Flower Aceh mengatakan percepatan pencegahan stunting memerlukan intervensi terpadu yang mencakup intervensi spesifik dan sensitif secara stimulan dan berkelanjutan.
Dia mengatakan, salah satunya adalah pencegahan Anemia terhadap remaja putri.
“Saat ini di Aceh khususnya sudah gencar mengkonsumsi tablet tambah darah yang merupakan salah satu program nasional,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Senin (21/11/2022).
Lanjutnya, banyak berasumsi kalau sudah minum TTD akan mengalami mual-mual. “Konsumsi TTD ini harus dibarengi sarapan,” tambahnya.
Hendra menjelaskan, salah satu yang harus diketahui lagi yakni adalah literasi gizi.
“Sedari dini para remaja putri harus tahu kebutuhan gizinya dan melihat jenis makanan apa yang dibutuhkan sehari-hari untuk menghindari seperti kurang gizi ataupun terjadinya obesitas” ujarnya.
Dia mengharapkan, bagi remaja putri yang akan menjadi calon ibu bisa mencegah gizi buruk sejak dini melalui edukasi literasi gizi.
“Sekarang ada namanya gizi menu 4 bintang, yaitu makanan yang penuh dengan gizi, karbohidrat, vitamin dan protein,” ujarnya lagi.
Yang tak kalah penting, kata Hendra, olahraga dan perilaku bersih dan sehat sangat berpengaruh penting untuk mencegah terjadinya gizi buruk.
“Pesan bagi orang tua adalah terus memberikan konsumsi makanan yang baik dan cukup kepada anak-anak di rumah serta diseuaikan dengan umurnya masing-masing,” pungkasnya.
Diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan terkait aksi bergizi mencegah Anemia pada remaja putri dengan konsumsi Tablet Penambah Darah dengan tujuan untuk menekan angka stunting di Aceh.
Melalui Dinas Kesehatan Aceh, program aksi bergizi ini disambut positif oleh banyak kalangan masyarakat tentunya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr Hanif mengatakan sejauh ini upaya sosialisasi terus dilakukan dengan menggalakkan program konsumsi tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri.
"Ini dilakukan guna mencegah anemia pada ibu hamil sejak usia dini. Maka bagi remaja putri penting secara rutin mengkonsumsi TTD selama 52 minggu atau setahun," ujarnya kepada Dialeksis.com, Sabtu (29/10/2022). [ADV]
Share berita ini