DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh terus berupaya menekan dan mempercepat menurunkan angka stunting. Berbagai intervensi dilakukan kepada beberapa sasaran, yaitu remaja putri, ibu hamil, balita, keluarga, dan tak terkecuali ibu menyusui.
Untuk mencegah stunting pada anak-anak, maka intervensi yang dilakukan dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil. Sementara bagi ibu menyusui dapat diberikan suplementasi zat besi jika memang diketahui menderita anemia, sehingga nantinya tidak berdampak pada anak yang disusui yang nantinya dapat menimbulkan gangguan stunting.
Ibu menyusui membutuhkan gizi harian yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Sebab, saat menyusui, bayi juga mendapatkan asupan nutrisi dari ASI (Air Susu Ibu), sehingga ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi berbagai nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, Dr. Aripin Ahmad, S.SiT, M.Kes mengatakan bagi ibu yang sedang menyusui, memerhatikan asupan makanan penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi atau gizi harian terpenuhi dengan baik. Terlebih lagi karena di masa ini, ibu juga memberikan nutrisi bagi bayi yang masih menyusui.
"Jadi, sebaiknya jangan terlalu membatasi makanan ibu menyusui guna mengoptimalkan asupan gizi yang bisa diperoleh,” kata Aripin Ahmad kepada Dialeksis.com, Rabu (9/11/2022).
Aripin Ahmad menambahkan bahwa sama halnya seperti saat kehamilan, asupan nutrisi atau zat gizi dari makanan dan minuman selama masa menyusui juga penting bagi ibu. Apalagi menyusui bukanlah kegiatan yang ringan karena menggunakan banyak energi. Ibu tentu juga berharap produksi ASI untuk bayi lancar selama menyusui.
"Itu sebabnya, penting bagi para ibu menyusui untuk memastikan kebutuhan nutrisi atau gizi hariannya senantiasa tercukupi," ujarnya.
Sementara itu, ASI juga memberikan bayi beragam manfaat guna mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
"Asupan gizi atau nutrisi bukan hanya satu, tetapi ada beragam yang terkandung di dalam makanan dan minuman harian," tuturnya.
Ia memaparkan, ibu menyusui juga perlu menjaga asupan makanan yang mengandung zat besi dan asam folat agar terhindar dari risiko anemia.
Kandungan zat besi bermanfaat bagi ibu menyusui antara lain meningkatkan kualitas ASI, mencegah anemia defisiensi besi dan pencegahan neuropati pada anak. Sumber makanan yang mengandung zat besi, yakni bayam, kangkung, daging sapi, kacang-kacangan, tuna, sarden, oatmeal.
Kandungan asam folat bagi ibu menyusui yaitu meningkatkan kualitas ASI, membentuk sel darah merah dan meningkatkan penyerapan zat besi. Sumber makanan yang kaya akan kandungan asam folat meliputi sayuran berdaun hijau, jeruk, dan kacang-kacangan.
Dr Aripin Ahmad menyebutkan program menurunkan angka stunting dari pemerintah melalui intervensi pemberian TTD dan sosialisasi makanan sehat seimbang merupakan kegiatan jangka panjang dan memerlukan kesadaran masyarakat.
"Tujuan kegiatan ini adalah jangka panjang. Oleh karena itu, kesadaran bersama itu sangat penting. Program pemerintah yang dilakukan di sekolah seyogyanya dipatuhi. Kalau bagi ibu hamil memang programnya sudah lama, tapi tingkat kepatuhannya masih rendah. Ini masih perlu penyadaran terus menerus bagi ibu hamil. Program ini bertujuan untuk mencegah anemia. Jika berhasil dan masyarakat memahami, maka akhirnya mencegah stunting juga," pungkasnya.(Adv)
Share berita ini