ASI yang Rendah Ternyata Berpengaruh pada IQ Anak, Begini Penjelasannya

DIALEKSIS.COM | Aceh - Akademisi Fakultas Kedokteran USK serta Direktur Rumah Sakit Pendidikan (RSP) USK, dr. Iflan Nauval, M.ScIH, Sp.GK (K), Sp.KKLP, AIFO-K menyampaikan ke dialeksis.com, Air Susu Ibu (ASI) yang rendah di Aceh akan berpengaruh pada perkembangan anak terutama IQnya.

ASI mengandung zat gizi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi bagi tubuh bayi usia 0-6 bulan. Bayi yang mendapatkan susu formula mungkin lebih gemuk dari pada bayi yang mendapatkan ASI, tetapi belum tentu sehat. Menurut Riskesdas 2010, prevalensi status gizi menurut BB/U untuk bayi usia 0-6 bulan yaitu 4,9% gizi buruk, 13% gizi kurang, 76,2% gizi baik, dan 5,8% gizi lebih.

ASI adalah makanan utama untuk bayi, usianya sampe 0-6 bulan, tidak boleh diberikan apapun kecuali ASI, kalau memang harus, maka ada indikasi tertentu dan dokter spesialis anak yang paham akan hal tersebut.

Hal tersebut disampaikan dr. Iflan, katanya ASI yang bagus itu dipengaruhi makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang menyusui atau baru siap melahirkan.

Ia juga menyarankan, agar ibu tetap menjaga ASI pada saat masih menyusui, tidak hanya itu, faktor istirahat, dan juga faktor dukungan dari suami tidak kalah penting.

"ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi, jadi jangan sampai tubuh kurang fit menghambat berbagai pembelahan dari seluler termasuk darah," ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Minggu (30/10/2022).

Di Aceh sendiri, susu eksklusif juga sangat rendah yakni di bawah angka 70%, yang mana ini menjadi satu ironi bahwa dalam agama Islam diperintahkan ibu untuk menyusui anaknya sampai usia dua tahun.


Tapi dalam ilmu kedokteran yang wajib itu hingga 6 bulan saja, usia selanjutnya akan dilanjutkan makanan pendamping atau disebut Mpasi. 

Tambahnya, ASI yang rendah menjadi tantangan sendiri di Aceh karena ini berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya perkembangan IQ, ini sangat erat kaitannya.

Maka, salah satu bentuk upaya untuk mengembalikan atau menaikkan taraf SDM rakyat Indonesia melalui tahap awal pembentukan atau ovum sperma hingga ia matang secara fisiologi dan anaknya usia 2 tahun. 

Jadi, 1000 hari pertama kehidupan, kesadarannya malah lebih bagus pada saat ia remaja bukan lagi catin, kemudian calon mempelai laki-laki juga penting diedukasi terutama untuk menjaga kesehatannya dengan baik.

Kemudian, ada juga kelas-kelas penyuluhan tidak hanya ke masyarakat, namun kepada kader-kader mahasiswa pembekalan KKN, apa yang akan disampaikan ke masyarakat tersampaikan dengan baik, hal ini dilakukan untuk memperbaiki SDM Aceh untuk menjadi lebih baik yang ke depannya.

"Untuk ibu hamil jaga kondisi agar tetap fit, tingkatkan fisiologinya, diminum vitaminnya, dicek juga kandungannya sesuai anjuran, dan tetap berada di lingkungan keluarga yang sehat agar menghasilkan generasi yang sehat," pungkasnya [ADV]

Share berita ini

dialeksis.com