DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menyusui bayi banyak manfaatnya. Namun, proses menyusui, apalagi untuk pertama kalinya, tidak selalu mudah. Banyak tantangan yang mungkin harus dilewati ibu. Misalnya, bila ibu menyusui mengalami gangguan kesehatan seperti anemia.
Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan darah yang mengandung hemoglobin. Kurangnya sel darah merah ini mengakibatkan penyebaran oksigen ke seluruh organ tubuh menjadi berkurang. Ibu menyusui, bisa saja mengalami anemia karena kekurangan zat besi saat hamil.
Menurut data WHO pada pada 1993-2005, sebanyak 42 persen ibu hamil yang mengalaminya karena kekurangan zat besi, sehingga tidak heran ketika ibu menyusui, ia bisa mengalami anemia. Meski begitu, ibu menyusui yang mengalami anemia tetap diperbolehkan untuk memberikan ASI pada bayinya. Namun perlu diingat ibu yang terkena anemia harus rutin disuplementasi atau terapi zat besi agar kandungan besi dalam ASI meningkat.
Bila tak segera ditangani, anemia yang diderita Anda akan menghasilkan ASI yang berkualitas rendah dan membuat berat badan bayi juga menjadi rendah. Selain itu, bayi dengan berat badan kurang, akan sulit tidur dan imunitasnya pun akan menurun, bahkan kematian.
Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Aceh, dr. Niken Asri Utami, Sp. OG (K) - KFM, IBCLC mengatakan anemia pada ibu menyusui dapat menurunkan produksi air susu ibu (ASI). Hal ini dapat dapat berpengaruh pada berat badan bayi tersebut.
"Kalau ibu menyusui mengalami anemia, otomatis produksi air susu ibu bisa menurun. Artinya produksi ASI yang menurun ini akhirnya mengakibatkan berat bayi jadi rendah," kata dr. Niken, kepada Dialeksis.com, Senin (21/11/2022).
Ia menambahkan ibu menyusui tetap membutuhkan asupan energi yang banyak seperti zat besi dan asam folat. Hal ini didasari untuk mencegah anemia yang berkepanjangan.
"Solusinya, ibu menyusui itu tetap membutuhkan energi yang lebih baik seperti zat besi dan asam folat itu tetap yang dibutuhkan bagi ibu menyusui jadi untuk mencegah anemia yang berkepanjangan," ujarnya.
dr. Niken menambahkan yang disebut anemia jika Hemoglobin di bawah 10 dan yang sering itu anemia defisiensi zat besi dan anemia defisiensi asam folat.
Jadi, tambahnya, untuk mencegahnya, ibu menyusui dianjurkan minum tablet anemia zat besi dan asam folat dan konsumsi makanannya harus padat bergizi.
"Sumber zat besi misalnya sayuran hijau, daging merah dan buah bit itu utamanya bisa diberikan kepada ibu menyusui. Kemudian asam folat dari biji-bijian dan sayuran itu makanan akan kaya asam folat," tuturnya.
dr Niken juga mengingatkan, selain mengonsumsi makanan bergizi , istirahat yang cukup dan banyak minum air putih juga penting.
Seperti diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh terus berupaya menekan dan mempercepat menurunkan angka stunting melalui intervensi spesifik dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui agar terhindar dari anemia yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan.
"Ini dilakukan guna mencegah anemia pada ibu hamil sejak usia dini. Maka bagi remaja putri penting secara rutin mengkonsumsi TTD selama 52 minggu atau setahun. Sedangkan, ibu hamil minimal mengonsumsi 90 tablet, lebih baik itu jika setiap hari selama kehamilan bumilnya rutin minum TTD. Sedangkan pada ibu hamil anemia dan bumil KEK, maka konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) nya harus 2 tablet sekali minum," ujarnya kepada Dialeksis.com, Sabtu (29/10/2022).[ADV]
Share berita ini