Usulan Dirut BAS Bukan Orang Aceh, Thamren: Jangan Lihat Suku, Terpenting Miliki Kemampuan

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Proses seleksi dan penjaringan calon Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah (BAS) semakin mengerecut. Belum lama ini, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki telah mengirim dua nama calon kuat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu diungkapkan Achmad Marzuki dalam silaturahmi dengan awak media di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (10/12/2022). Dikutip dari Serambinews, Senin (26/12/2022), kedua nama yang diusulkan adalah Muhammad Syah dan Nana Hendriana.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Nasional Demokrat (NasDem) Aceh, Thamren Ananda kepada Dialeksis.com, Senin (26/12/2022) mengatakan calon Dirut BAS harus dilihat kualitas dan kemampuannya bukan dari sukuismenya.

“Kalau saya siapapun boleh. Misalkan orang daerah boleh, orang luar daerah juga boleh. Yang harus dinilai kemampuan dan profesionalismenya, Jadi jangan lagi dikotomi orang Aceh dan Non Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, siapapun yang ditunjuk ataupun terpilih menjadi Dirut BAS nanti harus bisa menghidupkan Bank Aceh lebih bermanfaat bagi Aceh.


“Kalau orang Aceh tidak punya kemampuan, orang luar Aceh juga tidak masalah. Kalau orang Aceh punya kemampuan kenapa harus cari orang luar. Makanya bukan dari persoalan sukuismenya, namun kemampuan dan profesionalitasnnya,” ucapnya.

“Orang kita juga tidak mempermasalahkan Gubernur kita saat inikan (Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki_Red),” sambungnya.

Thamren mengatakan, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki yang bukan Non Aceh tidak diperdebatkan sama sekali. "Kenapa ketika Pj Gubernur Aceh mengusulkan nama Calon Dirut BAS yang non Aceh harus diperdebatkan," tuturnya.

"Bahkan kedepannya suatu hari nanti Gubernur bisa saja menempatkan SKPA yang non Aceh, bisa juga. Selama kita tidak menolak Gubernur yang non Aceh. Sejauh ini semua pihak menerima Gubernur Aceh dengan lapang dada, jadi kenapa harus diributkan,” tambahnya.

Dirinya mengakui tidak tahu harus menilai sosok yang pantas menjadi Dirut BAS. Namun, selama calon Dirut BAS memang memiliki kemampuan dan Profesionalisme yang bagus, menurutnya bukan jadi suatu masalah.

“Saya bukan berasal dari Perbankan, jadi saya tidak memahami betul siapa yang pantas. Cuma, secara substansi ada dua hal yang harus dipahami, pertama, Calon Dirut BAS harus dilihat dari kemampuan dan kualitasnya, bukan dari sukuismenya,” ucapnya.


Selanjutnya, kedua, kenapa orang-orang mempertanyakan ketika Gubernur Aceh mengusulkan nama calon Dirut BAS yang non Aceh.

“Sebelumnya, ketika Gubernur Aceh yang bukan orang Aceh tidak dipertanyakan, jadi kita harus adil dalam berpikir. Ketika kita menerima nama usulan non Aceh maka kita juga tidak boleh mempertanyakan sama sekali. Jadi yang harus dipertanyakan adalah dari kemampuan, kalau ada kapasitas kenapa tidak, kecuali tidak ada kapasitas sama sekali,” jelasnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com